Air New Zealand Jadi Maskapai Pertama yang Sediakan Tempat Tidur untuk Kelas Ekonomi

0
47
SkyNest memiliki panjang 203 cm dan lebar di area bahu sekitar 58,4 cm. Hal ini tentunya akan menjadi pertimbangan bagi para penumpang berperawakan besar yang tertarik untuk memesan kabin khusus ini. (foto: istimewa)

RATAS – Air New Zealand menghadirkan inovasi terbaru demi membuat para penumpangnya semakin nyaman. Maskapai penerbangan asal Selandia Baru itu bakal meluncurkan pesawat yang dilengkapi dengan tempat tidur bagi para penumpang kelas Ekonomi dan kelas Ekonomi Premium.

Tambahan layanan bernama SkyNest ini akan membawa Air New Zealand menjadi maskapai pelopor yang memiliki ranjang susun seperti layaknya bepergian dengan kereta api yang lazim ditemui di benua Eropa. Spontan, dengan memunculkan SkyNest, Air New Zealand bakal menjadi maskapai penerbangan pertama di dunia yang menawarkan fasilitas tersebut.

Melansir laman The Scottish Sun (30/6), bentuk SkyNest yang ditawarkan itu nantinya bersusun dan diberikan kepada penumpang selama empat jam setiap sesinya.

Air New Zealand menyimpulkan bahwa empat jam adalah waktu yang diperlukan bagi penumpang untuk mendapatkan dua siklus tidur, ditambah dengan waktu untuk persiapan dan selesai tidur. Awak pesawat akan membersihkan, melakukan sanitasi, dan mengganti linen dalam tempo 30 menit sebelum kembali digunakan oleh penumpang berikutnya.

BACA JUGA :  Kemacetan di Jalur Puncak Bogor Berdampak Besar, Pelaku Usaha Minta Pemerintah Pusat Bangun Tol Cianjur

Selain itu, setiap penumpang yang ingin menikmati nyaman dan empuknya SkyNest juga akan dibatasi, satu orang hanya boleh satu sesi. Tentunya ada biaya tambahan bagj penumpang yang ingin menggunakan tempat tidur tersebut.

Tiap pod akan dilengkapi dengan tirai, bantal, dan seprai yang akan diganti setiap sesinya. Di pod tersebut juga tersedia pengisi daya USB dan outlet ventilasi.

Tampilan SkyNest mirip dengan hotel kapsul yang populer beberapa tahun belakangan. SkyNest akan diletakkan persis di balik kabin Ekonomi Premium. Ada enam ranjang yang terbagi menjadi 2 lajur, sehingga tiap-tiap lajur akan ada 3 kasur susun yang semuanya dilengkapi oleh matras, bantal dan perlengkapan-perlengkapan kasur lainnya.

SkyNest memiliki panjang 203 cm dan lebar di area bahu sekitar 58,4 cm. Hal ini tentunya akan menjadi pertimbangan bagi para penumpang berperawakan besar yang tertarik untuk memesan kabin khusus ini. Tiap-tiap SkyNest hanya bisa ditempati oleh maksimal 1 orang saja dan tidak dapat digunakan di saat awal terbang dan mendarat.

BACA JUGA :  PDIP Laporkan Prabowo ke Bawaslu Soal Deklarasi di Museum, PKB Akhirnya 'Turun Tangan' '

Sayangnya, tempat tidur ini hanya akan disediakan untuk penerbangan jarak jauh antara New York ke Auckland dan Chicago ke Auckland. Dan kabarnya, fasilitas tersebut hanya akan disediakan di pesawat Boeing 787-9 Dreamliners milik Air New Zealand mulai tahun 2024 nanti.

Tim manajemen Air New Zealand masih belum memberikan penjelasan mengenai harga layanan SkyNest. Yang jelas, fasilitas itu bisa membuat penumpang lupa apakah ada di kelas ekonomi atau kelas Premium.

Menurut Chief Customer and Sales Officer Air New Zealand Leanne Geraghty, ide menghadirkan layanan SkyNest adalah untuk memberikan kenyaman berlebih bagi para penumpang di kelas Ekonomi.

“Lokasi Selandia Baru menempatkan kami pada posisi unik untuk memimpin dalam pengalaman perjalanan jarak jauh. Kami telah memusatkan perhatian pada kenyamanan dan kesehatan penumpang. Kami tahu betapa pentingnya bagi pelanggan kami bisa tiba ditempat tujuan dengan istirahat yang cukup,” tutur Leanne (30/6).

Sebenarnya Air New Zealand pertama kali mengumumkan rencana untuk menyediakan tempat tidur di kelas ekonomi pada tahun 2020 lalu. Tapi rencana tersebut harus tertunda karena pandemi Covid-19 saat itu semakin mewabah di seluruh dunia.

BACA JUGA :  Lomba Ganti Baju saat MPLS, SDN Uwung Jaya Dikecam KPAI

Sebelumnya, maskapai ini juga sudah memiliki opsi Skycouch yang memungkinkan keluarga membayar pijakan kaki khusus jika mereka memesan satu baris kursi untuk mengubahnya menjadi tempat tidur.

Tentu saja hal ini akan menjadi game changer yang diharapkan membuat maskapai-maskapai lainnya untuk bergegas mengeluarkan inovasi serupa atau bahkan lebih baik untuk kelas ekonomi. (BD)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini