Menko Muhadjir Effendy Mengimbau Akademisi Ikut Tangani Wabah PMK pada Hewan Ternak

0
48

RADAR TANGSEL RATAS – Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah untuk menangani wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak. Satu di antaranya adalah pemberian vaksin untuk hewan ternak. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjangkitnya virus serta mengobati hewan yang terjangkit.

Untuk itu, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy, turut meminta peran aktif akademisi dalam menanggulangi wabah PMK di daerah-daerah yang terjangkit.

Salah satu daerah yang terjangkit wabah PMK adalah di Provinsi Jawa Timur. Hal tersebut dikatakan Menko Muhadjir pada kunjungan kerjanya ke Kabupaten Sumenep, Provinsi Jawa Timur, Sabtu (2/7).

“Saya imbau terutama untuk perguruan tinggi yang punya fakultas kedokteran hewan dan peternakan untuk segera mengerahkan dosen dan mahasiswanya untuk membantu masyarakat yang sedang tertimpa musibah PMK ini,” kata Muhadjir.

Ia juga telah meminta langsung kepada Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Tekhnologi agar program pengabdian bisa dialokasikan untuk membantu masyarakat, khususnya dalam penanganan wabah PMK.

BACA JUGA :  Keren! Di Bandung Bakal Ada Patung Bung Karno Setinggi 22,3 Meter, Biaya Pembangunan Rp 14,5 Miliar

Dalam kunjungannya di Desa Guluk-guluk, Muhadjir menemukan sapi ternak milik warga yang terjangkit PMK. Untungnya, sapi tersebut dapat ditangani dengan baik oleh pihak terkait oleh Dinas Peternakan dari Kabupaten Sumenep dan langsung diisolasi serta diobati dengan pengobatan herbal.

Menurut Muhadjir, dengan mencegah penyakit PMK maka akan mencegah kemiskinan baru di tengah masyarakat. Karenanya, pemerintah terus berupaya untuk meminimaisir kematian hewan ternak akibat wabah PMK.

“Seperti kita ketahui, di sini kan termasuk peternak kecil, hanya 2-3 sapi. Kalau mati setengah kiamat itu. Kalau sapi jantan yang diharapkan bisa dijual menjelang Idul Adha, inginnya untung besar bisa 30 juta per ekor ternyata mati. Nah ini akan mendorong terjadinya angka kemiskinan, terutama bagi peternak kecil,” tutur Muhadjir.

Ia pun mengapresiasi kesigapan seluruh pihak terkait dalam menangani penyakit PMK di Kabupaten Sumenep, khususnya di Desa Guluk-Guluk. Sebab, semua aparatur desa bersama dinas peternakan dan pihak terkait telah sigap melakukan isolasi dan memberi pengobatan pada hewan ternak.

BACA JUGA :  Kurangi Pembelian Produk Impor, Jokowi Ancam Bakal Pangkas Anggaran bagi K/L yang Ogah Belanja Produk Lokal

“Saya rasa cara yang bagus. Dengan sigap, ada sapi yang langsung diisolasi karena sudah terpapar PMK dan kelihatannya sudah sehat. Vaksin juga sudah dilakukan di sini. Mudah-mudahan bisa tertangani semua,” kata Muhadjir. (BD)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini