KAI Akhirnya Gandeng Malaysia untuk Persiapkan SDM Operator LRT Jabodebek

0
68
LRT Jabodebek akan beroperasi di 18 stasiun, yaitu Stasiun Dukuh Atas, Setiabudi, Rasuna Said, Kuningan, Pancoran, Cikoko, Ciliwung, Cawang, TMII, Kampung Rambutan, Ciracas, Harjamukti, Halim, Jatibening Baru, Cikunir I, Cikunir II, Bekasi Barat, dan Jatimulya. (foto: Doc. INKA)

RADAR TANGSEL RATAS – PT Kereta Api Indonesia/KAI (persero) berkolaborasi dengan operator kereta api di Malaysia, Prasarana Berhad Malaysia, untuk menyiapkan awak sarana perkeretaapian otomatis, dan pengendali otomatis layanan untuk pengoperasian Light Rail Transit (LRT) Jabodebek.

Prasarana Berhad Malaysia dipilih karena merupakan operator kereta api yang sudah berpengalaman dalam mengoperasikan kereta api secara otomatis dengan menerapkan sistem Grade of Automation (GoA) 3 sejak tahun 1998.

Sinergi dan kolaborasi ini akan menambah pengetahuan, transfer knowledge, dan pengalaman terkait penanganan sistem GoA3 yang nantinya akan sangat berguna dalam pengoperasian LRT Jabodebek.

Menurut Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo, KAI akan mempersiapkan pengoperasian LRT Jabodebek sebaik mungkin, salah satunya melalui penyiapan SDM yang berkualitas untuk mengoperasikan LRT Jabodebek yang selalu mengutamakan keselamatan.

“Kolaborasi ini merupakan salah satu upaya KAI untuk menghadirkan layanan LRT Jabodebek yang aman dan selamat. Pelatihan ini diberikan untuk meningkatkan kompetensi SDM LRT Jabodebek sehingga layanan LRT Jabodebek nantinya memiliki standar keselamatan yang tertinggi dan mumpuni,” tutur Didiek seperti yang dikutip InfoPublik, Jumat (8/7).

BACA JUGA :  Soal Kebocoran 204 Juta DPT Pemilu 2024, BSSN: Hasil Investigasinya Sudah Diserahkan Kepada Polri dan KPU

Didiek menjelaskan bahwa 92 orang pekerja akan mengikuti pelatihan teori di Bandung, dilanjutkan praktik di Malaysia. Para peserta akan mendapatkan materi mengenai fungsi dan cara pengoperasian sarana prasarana GoA3, sistem persinyalan GoA3, rule book dalam pengoperasian GoA3, penanganan saat kondisi darurat, serta penerapan Standard Operating Procedure.

“LRT Jabodebek ini akan KAI operasikan dalam waktu dekat. Proyek LRT Jabodebek merupakan kolaborasi antara pemerintah dan BUMN, yaitu KAI, Adhi Karya, Inka, dan Len. KAI bersama seluruh stakeholder lainnya akan memastikan proses pembangunan dan pengoperasian LRT Jabodebek berjalan lancar dan tetap mengutamakan keselamatan,” ungkap Didiek.

Lebih lanjut, Didiek mengatakan penugasan Proyek Strategis Nasional ini akan KAI laksanakan dengan amanah dan penuh tanggung jawab di tengah berbagai tantangan yang ada. KAI terus membuka diri dan akan mempersiapkan sebaik mungkin dengan memperhatikan tata kelola perusahaan yang baik.

“KAI berterima kasih atas amanah yang diberikan pemerintah, di mana KAI nantinya akan melayani masyarakat Jabodebek melalui LRT Jabodebek yang merupakan transportasi kereta api paling modern karena operasionalnya akan berlangsung secara otomatis tanpa masinis,” tutur Didiek. (BD)

BACA JUGA :  YLKI Minta Pemerintah Bentuk Bentuk Tim Investigasi Tanpa PSSI Usut Tragedi Stadion Kanjuruhan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini