Menkes: Bali Ditargetkan Jadi Basis Industri Pariwisata Medis Bertaraf Internasional

0
54
Bali sengaja dipilih menjadi target wisata medis bertaraf internasional karena sudah terbukti berpengalaman pada hal pengelolaan pariwisata seperti hotel-hotel bertaraf internasional. (foto: istimewa)

RADAR TANGSEL RATAS – Baru-baru ini, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa Pulau Bali ditargetkan menjadi basis industri pariwisata medis bertaraf internasional. Untuk mendukung rencana tersebut pemerintah akan membangun empat basis pelayanan kesehatan bertaraf internasional di wilayah Bali.

Hal itu disampaikan Budi Gunadi di sela-sela menghadiri upacara peletakan batu pertama pembangunan Gedung Pelayanan Estetik Centre di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah Denpasar, Bali, Jumat (7/7)

“Sesuai instruksi Presiden, kita akan membangun industri baru di luar industri pariwisata. Yang lebih dekat di samping pariwisata alam dan budaya ya medis,” tuturnya.

Pemerintah mendorong pembangunan bioteknologi yang dikembangkan di Universitas Udayana Bali dan pembangunan RS di Kura Kura Bali yang bekerja sama dengan pihak swasta internasional.

“Kita sedang dan akan membangun empat pilar. Pertama, pembangunan Rumah Sakit Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kerja sama dengan Mayo Clinic bertempat di kawasan ekonomi khusus Sanur. Kedua, pembangunan unit khusus estetik di RSUP Sanglah, Denpasar,” papar Budi Gunadi.

BACA JUGA :  Putri Candrawathi, Istri Irjen Ferdy Sambo Resmi Jadi Tersangka

Budi Gunadi berharap empat pilar layanan kesehatan bertaraf internasional tersebut akan memperkaya destinasi wisata di Bali. “Orang tidak hanya menikmati keindahan alam, seni dan budaya, tetapi juga datang ke Bali menikmati layanan medis kelas internasional,” ungkapnya.

Target pemasaran pembangunan wisata medis tersebut, kata Budi Gunadi, adalah wisatawan mancanegara, terutama Asia dan warga Bali.

Menurut Budi Gunadi, Bali sengaja dipilih menjadi target wisata medis karena Bali sudah terbukti berpengalaman pada hal pengelolaan pariwisata seperti hotel-hotel bertaraf internasional.

“Jadi di Bali itu, rumah sakitnya tidak hanya menyembuhkan orang sakit yang mau meninggal, tapi juga orang yang ingin hidup sehat, hidup lebih bahagia, orang yang sudah tua, tetapi vitalitasnya tinggi,” ungkap Budi Gunadi.

Ia juga mengingatkan pihak manajemen RSUP Sanglah Denpasar untuk terus meningkatkan pelayanan medis yang berkualitas dengan menyediakan alat-alat dan juga tenaga medis yang bertaraf internasional.

Sementara itu, Direktur Pelayanan Medik, Keperawatan dan Penunjang RSUP Sanglah Ketut Ariawati mengatakan pembangunan Gedung Pelayanan Estetik tersebut akan rampung pada 28 Desember 2022.

BACA JUGA :  Waduh! 2.959 Pekerja Migran RI Tertahan di Imigrasi Malaysia, Komnas HAM: Di Antaranya Ada Anak-Anak

“Dalam perencanaan pembangunan, gedung estetik terdiri dari enam lantai. Bagian bawah itu tempat parkir, lantai satu itu MCU (Medical Check Up). Lantai dua khusus kosmetik,” tutur Ariawati saat ditemui usai upacara peletakan batu pertama pembangunan Gedung Estetik di RSUD Sanglah, Denpasar, Bali.

Ariawati menjelaskan, lantai tiga gedung masih dalam penjajakan kerja sama dengan Korea Chain Hospital. “Sementara lantai empat adalah ruang operasi, dan lantai kelima SPA bertaraf internasional” ungkap Ariawati.

Pembangunan Gedung Estetik serta peralatan medis, kata Ariawati, menggunakan dana sebesar Rp 230 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan sebagian kecil dari manajemen RSUP Sanglah Denpasar. (BD)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini