Helipad di Pulau Panjang Penunjang Wisata Reliji

0
46

RADARTANGSEL RATAS – Keberadaan landasan helikopter atau helipad di Pulau Panjang, Kepulauan Seribu menjadi perhatian banyak pihak belakangan ini. Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi mengatakan bahwa helipad tersebut ilegal. Namun, hal itu dibantah Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria yang memastikan helipad tersebut legal.

Terkait hal ini Bupati Kepulauan Seribu Junaedi menjelaskan keberadaan helipad tersebut untuk penunjang wisata yang terdapat di Kepulauan Seribu. Menurutnya, Kabupaten Kepulauan Seribu memiliki sebuah wisata religi di Pulau Panjang, yakni Masjid Sultan Mahmud Zakaria.

Di Pulau Panjang ada wisata religi, yaitu Masjid Sultan Mahmud Zakaria dan sudah kami launching. Helipad tersebut sebagai penunjang dari kunjungan wisata,” ucap Junaedi ketika dihubungi JAKARTA RAYA, Rabu (13/7/2022).

Junaedi menjelaskan, di Pulau Panjang tak terdapat akses jalan menuju Masjid Sultan Mahmud Zakaria. Helipad tersebut itu merupakan akses jalan untuk menuju ke masjid tersebut. “Di sana enggak ada trotoar, jadi kami cat. Helipad yang kami cat untuk merapikan akses jalan menuju masjid,” katanya.

BACA JUGA :  Prabowo-Gibran Dituding Sebagai Cerminan Neo Orde Baru Masa Kini, Waketum Partai Gerindra Buka suara

Oleh karena itu, ia berharap keberadaan helipad tersebut bisa menarik perhatian wisatawan untuk berwisata religi ke Masjid Sultan Mahmud Zakaria. 

“Jadi harapan kita ke depan bisa ada helikopter yang dari Bandara Pondok Cabe (di Tangerang Selatan), Bandara Halim Perdana Kusuma (di Jakarta Timur) untuk mendarat, dan destinasi wisata di Pulau Panjang,” kata Junaedi.

“Lebih murah kalau sewa helikopter dibanding sewa speedboat.  Dari Pelabuhan Marina Batavia Ancol dan pelabuhan Green Bay Pluit Sewa Kapal Finisy,” ujarnya.

Dia pun Dia menyampaikan perlu ada kemudahan transportasi untuk pariwisata. Terkait hal ini juga perlu adanya regulasi. 

“Harus ada regulasinya, harus ada perdanya, yang itu harus kita bangun ke depan. Karena wisata ini perlu ada kemudahan juga. Jangan bangun wisata religi, yang pengunjungnya cukup banyak ke pulau. Juga ingin mempercepat perjalan transportasi, ya saya ingin dilanjutkan pembangunan runaway, karena pesawat kecil,” ucapnya.

Lebih lanjut Junaedi juga akan mengusulkan pembangunan runaway pesawat di Pulau Panjang kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Hal itu guna percepatan mobilitas transportasi dari dan menuju Pulau Panjang.

BACA JUGA :  Merasa Pede, Azas Tigor Balas PDIP dan PKS yang Kritik Pengangkatan Dirinya Jadi Komisaris PT LRT

“Mungkin ini nanti kita usulkan ke Pak Gubernur atau DPRD terkait pembangunan runaway di Pulau Panjang, untuk mendukung pariwisata juga untuk mendukung kalau ada kedaruratan, percepatan transportasi ke Pulau Seribu,” imbuhnya.

Masih terkait helipad, Junaedi menambahkan bahwa helipad itu sudah mulai dibangun sejak masa kepemimpinan Bupati Abdul Rachman Andit pada 2005. “Dulu rencana akan dibangun helipad di tahun 2005 kalau enggak salah. Sebenarnya kami di sana membangun suatu destinasi wisata,” kata Junaedi.

Menurut Junaedi, tidak ada helikopter yang dikenakan biaya saat mendarat di helipad Pulau Panjang tersebut. tak hanya itu, helipad juga sempat digunakan oleh TNI angkatan udara (AU) hingga kepolisian untuk menyalurkan bantuan.

Ia menuturkan, bencana alam sempat terjadi di Pulau Kelapa Dua, Kepulauan Seribu. Saat itu, helikopter dari TNI yang membawa bantuan berupa sembako mendarat di helipad tersebut. 

“Kemarin juga saat terjadi puting beliung di Pulau Kelapa Dua, alhamdulillah ada helikopter dari TNI, (yang mendarat di helipad Pulau Panjang), membawa sembako untuk kedaruratan,” ucapnya. 

BACA JUGA :  Wow, Kepulauan Seribu Punya Pulau Ramah Anak

Selain TNI, menurut dia, terdapat pula helikopter kepolisian yang menggunakan helipad di Pulau Panjang untuk penanganan bencana. “Ketika ada darurat kebencanaan, banyak juga dari kepolisian mendarat di situ (helipad Pulau Panjang),” ucapnya.(hds)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini