Tahun Ini Kota Wina Kembali Menjadi Kota Ternyaman di Dunia

0
45
Hampir semua hal atau keinginan bisa diperoleh di Kota Wina, mulai dari rasa aman karena stabilitas yang terkendali di semua bidang, hingga tersedianya berbagai jenis hiburan mulai dari kebudayaan pop hingga seni kelas tinggi. (foto: istimewa)

RADAR TANGSEL RATAS – Untuk tahun 2022 ini, Ibukota Austria, Wina, kembali dinobatkan sebagai tempat yang paling nyaman di dunia. Peringkat tersebut dibuat oleh Economist Intelligence Unit (EIU).

Sebelumnya, Kota Wina menempati urutan teratas kota paling nyaman pada tahun 2018 dan 2019 yang ditilik dari daftar EIU. Akan tetapi pada tahun 2021, Kota Wina terjun ke peringkat 12 pasca adanya keputusan otoritas setempat yang menutup museum dan restoran untuk menekan penyebaran Covid-19.

Laporan dari EIU menerangkan bahwa Kota Wina dianggap paling nayaman karena stabilitas dan kualitas infrastrukturnya menjadi daya tarik utama. Selain itu, Ibukota Austria itu juga didukung dengan layanan kesehatan yang memuaskan serta banyaknya pilihan untuk menikmati kebudayaan dan hiburan.

Menurut Arya Gunawan Usis, WNI yang menetap di Kota Wina, penobatan Wina sebagai kota ternyaman di dunia bukanlah sesuatu yang mengagetkan.

Sebab, kata Arya, hampir semua hal atau keinginan bisa diperoleh di Kota Wina, mulai dari rasa aman karena stabilitas yang terkendali di semua bidang, hingga tersedianya berbagai jenis hiburan mulai dari pop hingga seni kelas tinggi,” tutur Arya seperti yang dikutip dari BBC Indonesia (20/7).

BACA JUGA :  Edan! Kasus BTS 4G Kominfo Rugikan Negara Rp 8 Triliun, MAKI: Ini Proyek Ugal-Ugalan!

Ihwal seni kelas tinggi yang dimaksud Arya, di Kota Wina kita masih bisa menemukan berbagai pertunjukan musik klasik, orkestra, maupun opera. Arya lalu mencontohkan keberadaan Gedung Opera Wina yang berdiri sejak tahun 1869 dan menjadi gedung kesenian yang tersohor di seantero dunia.

Selain itu, kata Arya, ada pula Vienna Philharmonic yang eksis sejak tahun 1824 dan merupakan salah satu kelompok orkestra terbaik sejagat.

Menurut Arya, karakter Kota Wina memang sangat berbeda dibanding kota-kota yang ia pernah tinggali sebelumnya seperti Jakarta, Teheran, dan London. Menurutnya, kota tersebut lebih tenang dan tertib.

“Jika saya bandingkan dengan hiruk-pikuk suasana di ketiga kota tempat saya pernah bermukim sebelumnya (Jakarta, Teheran, dan London), di Wina ini kadang saya merasa seperti sedang bermukim di kota yang khusus disediakan bagi para pensiunan,” ungkapnya.

Jika merujuk ke ukuran kota dan jumlah penduduk, kata Arya, Jakarta dengan luas sekitar 661 km persegi dihuni oleh sekitar 11 juta penduduk, berdasarkan data tahun 2020. Sedangkan Wina yang berukuran sekitar 414 km persegi (atau sekitar 0,6 kali luas Jakarta) dihuni hanya oleh 1,9 juta warga, berdasarkan data 2019.

BACA JUGA :  Kejagung Upayakan Percepat Proses Penanganan Kasus Sambo

Populasi yang tak padat, ditambah dengan bertebarannya taman-taman kota berukuran kecil, sedang, hingga raksasa, membuat Wina sangat ramah lingkungan. Salah satunya adalah Taman Prater yang luasnya mencapai 1.300 hektare. Jika dibandingkan misalnya dengan Taman Monas di Jakarta yang luasnya hanya 80 hektare, perbedaannya sangat mencolok.

Dan yang paling dikagumi Arya dari alat transportasi umum di Wina adalah tarifnya yang sangat murah jika dibandingkan dengan kota besar di negara-negara maju. Di Wina, kartu langganan kendaraan umum yang bisa berlaku untuk satu tahun bisa diperoleh hanya dengan membayar 365 Euro.

“Berarti hanya dengan biaya satu Euro setiap hari, warga sudah dapat bepergian ke mana saja ke seluruh penjuru Wina. Sungguh tarif yang sangat murah,” ungkap Arya. (BD)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini