Mantab! Delapan Investor Tertarik Mengembangkan Industri Perikanan di Indonesia Timur

0
36
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dinilai berhasil meningkatkan gairah investasi di bidang kelautan dan perikanan Indonesia sepanjang semester I tahun 2022. Realisasi investasi semester I-2022 diperkirakan mencapai Rp 4,04 triliun atau meningkat 36,29 persen dibanding periode yang sama pada tahun 2021. (foto: istimewa)

RADAR TANGSEL RATAS – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyatakan ada delapan investor dalam negeri yang akan menanamkan investasi senilai Rp 156 miliar untuk mengembangkan industri perikanan di Indonesia timur. Rencananya, mereka akan mengembangkan usaha di bidang budidaya udang, pengolahan ikan, dan pemasaran rumput laut.

Menurut Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Artati Widiarti, wilayah yang dilirik oleh investor tersebut meliputi Kabupaten Sumbawa dengan minat investasi budidaya udang senilai Rp 80 miliar serta pengolahan tuna dan rajungan senilai Rp10 miliar.

“Ada pula pembangunan pabrik es senilai Rp 500 juta dan pembangunan Unit Pengolahan Ikan (UPI) untuk produk ikan segar serta ikan beku senilai Rp 45 miliar untuk Kabupaten Mimika,” tutur Artati melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (30/7).

Kemudian, untuk Kabupaten Flores Timur, investor berminat berinvestasi di UPI senilai Rp 20 miliar serta pembangunan pabrik es senilai Rp 500 juta. “Tentu ini kabar baik dan pasti akan kami tindak lanjuti,” sambungnya.

BACA JUGA :  Anies Baswedan Dekati Kalangan NU untuk Cari Cawapres, Said Aqil: Tak Masalah

Hal yang sama disampaikan oleh Direktur Usaha dan Investasi Ditjen PDSPKP, Catur Sarwanto. Ia memastikan akan segera berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat. Di saat bersamaan, ia juga siap mendampingi para investor yang telah mengajukan minat investasi agar dapat merealisasikan investasinya.

“Sesuai arahan dan kebijakan kami, bahwa ini akan segera kita koordinasikan ke pemerintah daerah,” kata Catur.

Dalam kegiatan promosi peluang investasi di Makassar beberapa waktu lalu, Catur memastikan PDSPKP juga menawarkan kesempatan untuk berinvestasi di Kota Parepare.

Merujuk RJPMN 2019, Kota Parepare telah diarahkan untuk menjadi Pusat Kegiatan Wilayah (PKW) dengan fokus sebagai pusat industri pengolahan. Penetapan ini bertujuan untuk mendorong kegiatan ekonomi dan agroindustri di kawasan sekitarnya seperti Kabupaten Barru, Pinrang, Sidrap dan Enrekang.

Selain itu, Kota Parepare juga termasuk dalam kawasan strategis nasional (KAPET). “Potensi perikanan Kota Parepare terdiri dari usaha perikanan tangkap, pengolahan dan budidaya. Untuk potensi tambak sebesar 64 Ha dan kolam 3.355 Ha, tentu ini juga peluang investasi yang kami tawarkan,” ungkap Catur.

BACA JUGA :  Waduh! Beredar Video Wanita 'Pelakor' Dihukum Cambuk di Hadapan Masyarakat Aceh

Di forum yang sama, praktisi pasar ekspor Jepang, Imelda Ropaz, mengurai peluang pasar produk perikanan di Negeri Sakura. Saat ini, Jepang masih bergantung pada produk impor dengan kontribusi impor terbesar berasal dari Tiongkok sebanyak 18,1 persen, sedangkan Indonesia menyumbangkan kontribusi 4,9 persen.

Menurut data tahun 2021, mitra dagang utama ekspor udang ke Jepang adalah India, Vietnam, Argentina, Indonesia dan Thailand. Lalu Taiwan, Tiongkok, Korea Selatan, Malta dan Maroko menjadi mitra dagang utama untuk produk tuna.

“Jadi ada 3 faktor yang harus dipertimbangkan untuk penguatan daya saing produk ke Jepang yakni penelusuran data produk, inspeksi pasar dan menemukan partner/buyer yang tepat,” kata Imelda saat memotivasi pelaku usaha untuk melirik pasar Jepang.

Sebagai informasi, di bawah komando Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, KKP berhasil meningkatkan gairah investasi di bidang kelautan dan perikanan Indonesia sepanjang semester I tahun 2022. Realisasi investasi semester I-2022 diperkirakan mencapai Rp 4,04 triliun atau meningkat 36,29 persen dibanding periode yang sama pada tahun 2021. (BD)

BACA JUGA :  Terungkap! Ferdy Sambo Tembak Kepala Brigadir J Yang Sudah Telungkup Ditembak Bharada Richard E

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini