BNN dan DEA Pimpin Koordinasi IDEC, Bahas Strategi Perangi Kartel Narkoba

0
64
Kepala BNN RI, Petrus Reinhard Golose, saat memberikan keterangan kepada wartawan seputar pertemuan Kelompok Kerja Wilayah Timur Jauh IDEC di Bali. Seluruh rangkaian pertemuan yang berlangsung pada 2-4 Agustus 2022 ini berlangsung secara tertutup. (foto: istimewa)

RADAR TANGSEL RATAS – Badan Narkotika Nasional (BNN) RI bersama Badan Narkotika Amerika Serikat (DEA) memimpin pertemuan Kelompok Kerja Wilayah Timur Jauh International Drugs Enforcement Conference (IDEC) di Bali, untuk membahas strategi melawan jaringan kartel narkotika internasional.

Menurut Kepala BNN RI, Petrus Reinhard Golose, selama situasi pandemi Covid-19 ada ragam modus operandi yang berkembang dalam produksi dan peredaran narkotika, sehingga badan narkotika dari berbagai negara perlu duduk bersama membahas strategi pencegahan dan penindakan.

“Hari ini, kami melaksanakan IDEC. Kenapa kami melakukan ini, karena kami melihat banyak hal atau modus operandi baru, kemudian kami perlu membentuk kerja sama antarnegara dan bukan hanya di Wilayah Timur Jauh. Nantinya di konferensi ini kami membahas kartel di Meksiko,” tutur Golose saat jumpa pers, Selasa (2/8).

Ia menjelaskan pertemuan Kelompok Kerja Wilayah Timur Jauh IDEC di Bali berlangsung pada 2–4 Agustus 2022 dan seluruh rangkaian pertemuan berlangsung tertutup.

Meski demikian, Golose mengatakan pertemuan itu bakal menjadi ajang pertukaran informasi, data intelijen, sarana untuk berbagi pengalaman, dan praktik kerja baik (best practice) dari negara-negara yang hadir terkait penanggulangan narkotika. “Pertemuan ini merupakan ajang berjejaring,” ungkap Golose.

BACA JUGA :  Laba dari Kebijakan Hilirisasi Tambang Nikel Ternyata Kecil, Bahlil: Hanya 20-30 Persen

Ia juga menyampaikan bahwa Indonesia selaku tuan rumah memanfaatkan pertemuan itu untuk menegaskan kembali komitmen Indonesia ikut melawan jaringan kartel dan organisasi kriminal internasional.

“Untuk Indonesia, komitmen kami melawan jaringan kriminal lintas negara bersama-sama, dan menang dari mereka khususnya kartel narkoba,” ujar Golose.

Sementara itu, Direktur Regional Wilayah Timur Jauh DEA John P. Scott menyampaikan bahwa Amerika Serikat terus mendukung upaya dunia memerangi kartel narkotika. Oleh karena itu, AS yang juga ikut menyelenggarakan pertemuan (co-host), berkomitmen membagi informasi dan data intelijen kepada sesama badan narkotika dari negara lain.

“Bersama-sama, kami jadi lebih kuat membangun sistem yang lebih baik, bertukar informasi, informasi intelijen, dan bekerja bersama-sama sebagai sebuah kesatuan melawan jaringan kriminal ini,” tutur Scott.

Menurut Scott, tujuan pertemuan itu di antaranya memperkuat jejaring dan kerja sama antarbadan narkotika dan meningkatkan pertukaran informasi. Ia juga menyayangkan situasi yang tidak kondusif selama pandemi Covid-19 sehingga tidak bisa menggelar pertemuan seperti serupa selama tiga tahun ke belakang.

BACA JUGA :  600 PJLP Di-PHK Karena Terbentur Aturan Usia Maksimal 56 Tahun, DLH DKI: Anggota Keluarga PJLP Bisa Jadi Penggantinya

“Jadi, yang utama dari pertemuan ini adalah bagaimana mitra kerja kami dari negara-negara yang hadir saling mengenal satu sama lain, serta saling belajar dari pengalaman masing-masing sehingga kami dapat memberantas peredaran narkoba jauh lebih baik, lebih cerdas, dan lebih efisien,” paparnya.

Pertemuan Kelompok Kerja Wilayah Timur Jauh IDEC di Bali dihadiri minimal 98 perwakilan badan narkotika dari 14 negara. Negara-negara yang hadir secara langsung di antaranya Indonesia, Amerika Serikat, China, Jepang, Australia, Thailand, dan Korea Selatan. (BD)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini