Viral! Gara-Gara Tiru Citayem Fashion Week, Camat Payakumbuh Timur Dicopot dari Jabatannya

Camat Payakumbuh Timur, Dewi Novita, harus merelakan jabatannya dicopot oleh Pemkot Payakumbuh setelah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Payakumbuh melaporkan Dewi Novita ke Wali Kota. (foto: istimewa)

RADAR TANGSEL RATAS – Akibat viralnya Citayam Fashion Week beberapa waktu lalu, banyak orang yang menetap di daerah ikut-ikutan membuat acara serupa. Bahkan artis, seniman, pengusaha, hingga pejabat juga ikutan latah bergaya ala model, seolah-olah sedang tampil di Citayem Fashion Week.

Salah satunya adalah seorang perempuan bernama Dewi Novita yang menjabat sebagai Camat Payakumbuh Timur, Sumatera Barat. Niat ingin mengadoptasi Citayam Fashion Week di daerahnya malah berujung sial: pencopotan jabatan.

Dewi yang merupakan pemilik akun TikTok @dewi.centong menceritakan pengalaman pahit itu lewat unggahannya di TikTok, yang belakangan kembali diviralkan oleh Instagram @lambe_turah.

“Aku seorang Camat di Kota Payakumbuh, Sumatera Barat. Pernah ikutan membuat video viral ala-ala Citayam Fashion Week dengan nama Payakumbuh Fashion Week,” tuturnya sebagai pembuka kisah, seperti yang dikutip Suarajabar.id, Minggu (7/8).

Dewi mengaku hanya berniat membuat konten tanpa maksud melanggar norma-norma agama atau adat istiadat setempat.”(Hingga) kemudian dikomenlah oleh salah satu lembaga MUI Kota Payakumbuh,” sambungnya.

Kecaman MUI Kota Payakumbuh itulah yang menjadi awal mula malapetaka bagi karier perempuan tersebut hingga berujung pada pencopotan jabatannya sebagai Camat Payakumbuh Timur.

BACA JUGA :  Merasa Pede, Azas Tigor Balas PDIP dan PKS yang Kritik Pengangkatan Dirinya Jadi Komisaris PT LRT

“Karier yang aku bangun sekian lama hancur hanya gara-gara komen MUI yang sangat tidak objektif,” kritik Dewi. “Dengan melaporkan aku ke Walikota Payakumbuh dan akhirnya aku di berhentikan jadi Camat di Payakumbuh Timur.”

“Terima kasih MUI Kota Payakumbuh, sudah membuat hancur semua impian aku. Tapi yang anehnya daerah lain di Sumatera Barat yang membuat video seperti ini tidak dikomen sama sekali,” sambungnya.

Akun @lambe_turah juga menunjukkan konten catwalk yang diunggah Dewi di Instagram-nya, yang kemudian menuai komentar pedas dari MUI Payakumbuh. Lewat caption-nya, terungkap Dewi melakukan aksi lenggak-lenggok itu di Simpang Benteng.

Kata Dewi, dirinya terinspirasi dari aksi Wali Kota Pariaman, Genius Umar, beserta sang istri yang pernah menjajal Citayam Fashion Week sambil mengenakan sulaman khas kota setempat.

“Dari sinilah saya terinspirasi buat ala-ala itu yang lagi viral, namun bukan di Jakarta sana, cukup di Simpang Benteng aja, yang mana Simpang Benteng juga salah satu tempat bersejarah di Kota Payakumbuh dengan menampilkan Tenun Balai Panjang,” kata Dewi di caption unggahannya.

BACA JUGA :  ASEAN Tak Bisa Bantu Tangani Sengketa di Laut China Selatan, Kenapa?

Sayangnya, MUI Payakumbuh menilai konten tersebut tidak sesuai dengan norma agama dan adat istiadat yang berlaku. “Jangan latah mengikuti apa yang sedang tren/viral, karena ibu adalah pejabat publik yang akan menjadi contoh/tauladan bagi masyarakat,” tutur MUI Payakumbuh mengingatkan.

MUI Payakumbuh juga menyoroti gaya berpakaian Dewi meskipun yang bersangkutan telah mengenakan jilbab. “Apalagi model fashion yang Ibu ikuti tersebut adalah tabarruj orang-orang jahiliyah yang dikecam dalam Syari’at (QS al-Ahzab: 33),” sambungnya.

“Jika ibu bermaksud untuk mempromosikan Tenun Balai Panjang, maka tidaklah dengan cara ‘murahan’ ala anak-anak Citayam itu pakaian Bundo Kanduang di Ranah Minang ini dipromosikan,” kata MUI Payakumbuh melanjutkan.

Komentar pedas itulah yang menjadi awal mula Dewi dilaporkan ke Wali Kota Payakumbuh dan akhirnya berujung pencopotan jabatannya. Tak mau berdiam diri, lewat akun TikTok-nya, Dewi pun balik menyindir MUI Payakumbuh yang dinilai telah menghancurkan kariernya.

Unggahan Dewi ini tentu menjadi sorotan banyak pihak. Pro dan kontra tidak bisa dihindari. Ada beberapa warganet menyayangkan Dewi yang membuat konten catwalk dengan mengenakan seragam kerja. “Tidak ada fashion week saja sudah lambat urusannya apalagi kalau ada fashion week ala CFW,” kritik salah satu warganet.

BACA JUGA :  Akhirnya Kembali ke Sri Lanka, Gotabaya Rajapaksa Terancam Ditangkap dan Diadili

“Mungkin karena pake seragam kerja,” komentar warganet lainnya.

“Alhamdulillah kerja ya jangan bnyak neko neko,” kata warganet lainnya.

“Kesalahannya bikin konten kaya gitu pake seragam. Pengen eksis malah jadi kehilangan jabatan,” ujar warganet lainnya.

“Yaa bukan hanya seragamnya sih menurutku,, tapi disana kental banget islamnyaa… Dan dia sebagai orang ternama disana, malah pake pakaian yang ketat n belahan rok nya sampai memperlihatkan betis.. kan beliau pake hijab… Entar orang-orang pada ngikut dia… Mencontohi hal yang tidak baik….” timpal warganet lainnya. (BD)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini