Komnas HAM Harap CCTV dan Ponsel Ditemukan, Ada Dugaan Rencana Pembunuhan di WA Grup

0
43
Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik

RADARTANGSEL RATAS – Komnas HAM berharap agar rekaman CCTV dan alat komunikasi dari para ajudan dan Brigadir J dapat ditemukan. Hal ini untuk mencocokan temuan yang didapatkan oleh Komnas HAM dari berbagai alat bukti dan informasi yang didapatkan.

Terlebih, dari pemeriksaan Jumat (5/8/2022) lalu, didapatkan informasi ada whatsapp grup di kalangan ajudan Ferdy Sambo.

“Ini akan kita uji dengan CCTV (temuan Komnas HAM,-red) Tadi saya katakan. Apalagi selain itu? Alat komunikasinya, alat komunikasinya itu kan gini, contoh ya, mereka bilang ada WA grup. Kami ingin tau di WA grup ini kalian ngomong apa, kan begitu,” ujar Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik kepada wartawan, Senin (8/8/2022).

Oleh karena itu, dirinya berharap agar rekaman CCTV dan Alat komunikasi terakhir dapat segera diketahui untuk membuktikan proses penyelidikan dan penyidikan.

“(Isinya kita,-red) Belom dapet makanya, saya ngotot sekarang barang bukti harus dikumpulkan semua, itu sedang dikerjakan pak kapolri,” ujarnya.

Taufan juga enggan mengomentari lebih lanjut mengenai apakah ada FS di dalam grup whatsapp tersebut.

BACA JUGA :  Benarkah Brigadir J Lecehkan Istri Irjen Ferdy Sambo, Begini Faktanya

“Banyak lah, tapi artinya kalau alat komunikasi itu tidak ditemukan ya memang akan ada kesulitan nanti tergantung lagi pada keterangan orang demi orang, ya kan kalau orang itu ngomong bener, yakan?,” kata Taufan.

Apalagi, menurutnya dengan adanya penetapan salah satu ajudan FS yakni Bripka RR sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan Brigadir membuat konstruksi peristiwa semakin terang benderang.

“Saya katakan, Ricky mengatakan, dia bersembunyi dibalik kulkas kan dia yang bilang, bukan saya, saya katakan ayo kita uji, sekarang penyidik menjadikan dia tersangka pasal 340, masa nggak paham pasal 340? Pembunuhan berencana itu,” tegasnya.

Terkait temuan Komnas HAM yang disampaikan pada Jumat yang lalu mengenai pemeriksaan Handphone, tentang informasi percakapan baru di TKP, ia mengatakan penemuan tersebut bukan bagian dari dugaan Whatsapp Grup yang disebutkan sebelumnya.

“Bukan WA grup yang lain lagi, kan kita semakin yakin bahwa ada obstruction of justice tapi kan kita enggak boleh begitu harus ada kata-kata diduga,” terangnya.(abd)

BACA JUGA :  Sukseskan Program Bulan Imunisasi Anak, Dinkes Tangerang Gelar 'Sweeping'

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini