Astagfirullah! Balita di Tangerang Keracunan Obat Kadaluarsa Saat BIAN, Kadinkes Cuma Minta Maaf

Kadinkes Kota Tangerang dr Dini Anggraeni.

RADARTANGSEL RATAS- Seorang balita berinisial A alami muntah hingga demam tinggi setelah diberikan obat penurun panas kadaluarsa pada saat mengikuti Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN).

Dalam hal ini, setidaknya ada tiga orang balita yang mendapat obat kadaluarsa ini. Namun baru satu orang yang mengaku telah meminumkan obat tersebut untuk anaknya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang Dini Anggraeni menjelaskan kronologi kejadian yang terjadi di Posyandu Bunga Kenanga, Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang pada Selasa (9/8/2022) lalu.

“Bermula petugas puskesmas menemukan tiga obat PCT drop kadaluarsa di dalam tas Posyandu, kemudian langsung dipisahkan dan berencana diserahkan ke petugas Farmasi Puskesmas,” paparnya dalam keterangan yang diterima, Rabu (10/8/2022). 

Kendati demikian, setibanya di puskesmas petugas tersebut lupa menyerahkan kepada pihak petugas Farmasi puskesmas.

Kemudian, dijelaskan Dini pada saat BIAN dilaksanakan di Posyandu tersebut, obat kadaluarsa nya terbawa sehingga diberikan kepada pasien karena berasal dari tas yang sama, tanpa memeriksa kembali masa kadaluarsa dari obat tersebut.

BACA JUGA :  Sekwan Deden Tegaskan, Partisipasi OPD Sumbang Durian di HUT Banten untuk Tingkatkan Produk Lokal, Sifatnya tidak Memaksa

“Kemudian diperoleh laporan dari kader atas kondisi salah satu bayi yang telah meminum obat dan petugas langsung bergerak melakukan penarikan obat tersebut,” tandasnya. 

Dari hal ini, Dini menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya atas kejadian yang telah terjadi. Dijelaskannya, Posyandu tersebut memang sudah 2 tahun tidak aktif karena pandemi. 

Alhasil, masih terdapat obat lama yang belum sempat dilaporkan atau dikembalikan ke petugas farmasi di puskesmas.

“Petugas sudah langsung melakukan kunjungan ke rumah pasien,  serta meninjau dan memeriksa langsung kondisi (A) pasca minum obat tersebut,” paparnya.(abd)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini