Terbongkar! Ini Peran Putri Candrawathi Dalam Pembunuhan Brigadir J

0
36
Istri Irjen ferdy Sambo, Putri candrawathi (Foto: Instagram)

RADARTANGSEL RATAS – Bareskrim Polri menetapkan istri Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, sebagai tersangka kasus pembunuhan berencana Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J. Peran Putri Candrawathi dalam pembunuhan Brigadir J juga dibongkar oleh Tim khusus (timsus) Polri.

Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Pol Andi Rian menjelaskan, hasil pemeriksaan saksi dan barang bukti serta gelar perkara penyidik meyakini Putri Candrawathi terlibat dalam pembunuhan berencana Brigadir J.

Salah satu barang bukti yakni rekaman CCTV baik yang ada di lokasi rumah pribadi Irjen Sambo di Jalan Saguling III, maupun yang ada di dekat tempat kejadian perkara di Duren Tiga.

“Inilah yang menjadi bagian dari circumstencial evidence atau barang bukti tidak langsung yang menjadi petunjuk bahwa ibu PC (Putri Candrawathi) ada di lokasi sejak di Saguling sampai Duren Tiga,” ujar Andi saat jumpa pers di Mabes Polri, Jumat (19/8/2022).

Andi menjelaskan pihaknya berhasil menemukan digital video recorder (DVR) CCTV yang selama ini dihilangkan oleh oknum personel Polri yang terlibat skenario menutup jejak pembunuhan berencana Brigadir J.

BACA JUGA :  Buntut Kasus Jeep Rubicon, Dirjen Pajak Didemo Agar Dicopot dari Jabatannya 

Menurut Andi, rekaman CCTV yang sudah ditemukan ini sangat vital lantaran menggambarkan situasi sebelum, sesaat, dan setelah kejadian di Duren Tiga.

“Berdasarkan dua alat bukti berupa keterangan saksi dan CCTV di Saguling dan di TKP, ini menjadi bagian dari barang bukti yang menjadi petunjuk bahwa PC ada di lokasi sejak di Saguling sampai di Duren Tiga dan melakukan kegiatan yang menjadi perencanaan pembunuhan Brigadir Yosua,” kata Andi 

Andi juga mengatakan, pihaknya juga telah melakukan gelar perkara kemarin malam. Tak hanya itu, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan tiga kali kepada PC. “Ibu PC sudah ditetapkan sebagai tsk. Kapan diperiksa? Kita sebenarnya sudah kita periksa 3 kali,” ujar Andi.

Andi menyebut, seharusnya kemarin diperiksa namun Putri menyatakan sedang sakit.

“Seharusnya kemarin kita periksa juga tapi muncul surat sakit dari dokter, dan meminta istirahat 7 hati, kemudian penyidik melakukan gelar perkara,” tutur Andi.

Menurut Andi, Putri Candrawathi dijerat dengan pasal pembunuhan berencana.

“PC dijerat Pasal 340 subsider 338, juncto Pasal 55 juncto Pasal 56 KUHP,” tutup Andi.(abd)

BACA JUGA :  Komnas HAM Masih Kesulitan Periksa Putri Candrawathi, Siapkan Second Opinion

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini