Kasus Dugaan Suap Unila, MUI Sarankan Kampus Negeri Hapus Jalur Mandiri

0
49
Ketua MUI Pusat Bidang Dakwah dan Ukhuwah, Cholil Nafis. Foto: Net

RADAR TANGSEL RATAS – Ketua MUI Pusat Bidang Dakwah dan Ukhuwah, Cholil Nafis menyarankan agar perguruan tinggi negeri menghapus jalur mandiri.

Hal ini lantaran jalur mandiri lebih dominan nuansa uangnya dibandingkan kemampuan intelektual calin mahasiswa baru.

“Hapuskan saja masuk PTN lewat jalur mandiri karena itu nuansa uangnya lebih dominan dari kemampuan intelektual calon mahasiswa,” kata Cholil dikutip dalam akun Twitternya @cholilnafis, Minggu (21/08/2022).

Rais Syuriyah PBNU periode 2022-2027 mencontohkan kasus dugaan suap oleh penyelenggara negara atau yang mewakilinya terkait penerimaan calon mahasiswa baru pada Universitas Lampung (Unila) tahun 2022. Dia menyebut jalur mandiri dapat menjadi peluang terjadinya korupsi dan kecurangan.

“Dan seperti kasus Unila ini jelas peluang terjadinya korupsi dan kecurangan oleh pemangku kebijakan,” katanya.

Sebelumnya, KPK telah menetapkan empat orang sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait penerimaan calon mahasiswa baru di Unila tahun 2022. Adapun, keempat tersangka tersebut yakni, Rektor Unila Karomani (KRM).

Wakil Rektor (Warek) 1 Bidang Akademik Unila, Heryandi (HY); Ketua Senat Unila, M Basri (MB); serta pihak swasta, Andi Desfiandi (AD). Karomani, Heryandi, dan Basri ditetapkan sebagai tersangka penerima suap. (aab)

BACA JUGA :  KPK Bidik Praktik Suap untuk Masuk SMA Negeri

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini