Indonesia Jajaki Kerja Sama dengan Austria untuk Pembangunan Kereta Gantung di IKN

0
39
Indonesia sedang melakukan penelitian tentang kesesuaian kereta gantung sebagai angkutan perkotaan di IKN. Pakar transportasi memperkirakan pembangunan kereta gantung ini membutuhkan biaya sekitar Rp 315 miliar per km. Angkutan ini dapat menampung 2 ribu penumpang per jam. (foto: istimewa)

RADAR TANGSEL RATAS – Indonesia yang diwakili oleh Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, bersama dengan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Suharso Monoarfa tengah menjajaki peluang kerja sama pembangunan kereta gantung (ropeway/cable car) di Ibu Kota Negara (IKN)

Rencana tersebut terungkap dalam kunjungan kerja Menhub dan Menteri Bappenas pada hari Kamis (1/9) ke kantor Doppelmayr Garaventa Group di Wolfurt, Austria, untuk bertemu dengan CEO Doppelmayr, Mr. Thomas Pichler, serta melihat langsung sistem pembuatan dan pengelolaan kereta gantung.

Doppelmayr Garaventa Group merupakan produsen kereta gantung internasional serta berbagai media transportasi orang untuk area ski, transportasi perkotaan, taman hiburan, dan material handling system. Hingga 2019, perusahaan ini telah melakukan lebih dari 15.000 instalasi di 96 negara.

Menhub mengatakan, kunjungan itu memberikan wawasan berharga tentang teknologi kereta gantung yang telah dikembangkan oleh Doppelmayr.

“Saya mengapresiasi leadership pak Menteri Bappenas dalam mempersiapkan IKN. Dan kita juga akan kembangkan kereta gantung sebagai salah satu transportasi ramah lingkungan untuk melayani mobilitas dan pariwisata di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan di IKN,” ujarnya.

BACA JUGA :  Demi Kejar Target 17 Agustus 2024, Anggaran Pembangunan IKN Tahun Ini Ditambah Rp 15 Triliun Sehingga Totalnya Rp 37 Triliun!

Menurut Menhub, Di IKN nanti, kereta gantung akan berfungsi sebagai layanan transportasi untuk menghubungkan antara zona bisnis dan komersial dengan zona perumahan.

Tidak hanya di IKN, kata Menhub, kereta gantung juga dapat digunakan di sejumlah wilayah di Indonesia untuk menghubungkan daerah yang berbukit atau sulit untuk dijangkau selain juga dapat dimanfaatkan sebagai objek wisata.

Pada kesempatan tersebut, Menhub juga mengundang pihak Doppelmayr dan sejumlah perusahaan di Austria untuk turut berpartisipasi dalam pembangunan dan pengembangan sistem transportasi perkeretaapian di Indonesia, khususnya kereta gantung.

Tak lupa, Menhub juga menjelaskan bahwa melalui kerja sama tersebut indonesia akan melakukan kerja sama pengembangan SDM dalam teknologi kereta gantung, dengan melaksanakan program pertukaran SDM, maupun program-program lainnya. (BD)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini