Pengamat: Meski Harga BBM Belum Naik, Dampak Turunannya Sudah ‘Ngebut’ Duluan

0
24
Beberapa sektor sudah terdampak oleh rencana pemerintah menaikkan harga BBM. Pelaku usaha yang bergerak di sektor otomotif dan subsektornya akan terkena dampak paling parah. (foto: istimewa)

RADAR TANGSEL RATAS – Hingga saat ini pemerintah tak kunjung menaikkan harga BBM bersubsidi. Meski demikian, efek turunannya ternyata sudah mulai mempengaruhi harga-harga bahan pokok di pasaran.

Menurut pengamat ekonomi Ryan Kiryanto, kondisi itu merupakan imbas psikologis dari rencana kenaikan harga BBM subsidi yang digembar-gemborkan pemerintah. Harga BBM belum naik, tapi harga perdagangan dan jasa telah lebih dulu berubah.

“Kata ‘akan naik’ itu dipersepsikan naik. Itu efek psikologis. Tapi betul, rational expectation akan naik harganya,” kata dia dalam diskusi bertajuk “Kenaikan Harga BBM versus Stabilitas Makro Ekonomi”, Kamis (1/9).

Ryan berpendapat, kalaupun akan menaikkan harga BBM bersubsidi, pelaksanaannya perlu dilakukan secara sekaligus. Tujuannya, agar efek terhadap iklim perdagangan di dalam negeri tidak dibayang-bayangi ketidakpastian.

“Kalaupun akan ada penyesuaian, tolong one shot saja. Kita pernah mengalami harga BBM naik berkali-kali, itu dampak di pasarnya termasuk pasar tradisional sangat luar biasa. orang berspekulasi, akibatnya harga naik,” ungkap Ryan.

Di sisi lain, ia meminta pemerintah merencanakan secara matang lebih dulu soal kebijakan BBM berubsidi. Setelah itu, barulah kemudian diumumkan ke publik. Langkah ini guna meredam efek psikologis atau dampak turunan yang memicu kenaikan harga-harga lainnya, seperti pangan.

BACA JUGA :  Kader PDIP Diingatkan J. J. Rizal, Persatuan Indonesia Muncul dari Semangat Kebhinekaan dan Sikap Progresif Revolusioner para Pemuda

Lebih lanjut, Ryan mengamini kalau pemerintah saat ini memang tengah mempertimbangkan secara matang berbagai kemungkinannya, termasuk antisipasi adanya kenaikan dari harga BBM bersubsidi.

Berbagai keputusan seperti penebalan bantuan sosial hingga kenaikan suku bunga acuan yang dilakukan Bank Indonesia, kata Ryan, adalah langkah tepat. Pasalnya, naiknya harga BBM diakui berimbas pada banyak sektor, sehingga memerlukan pandangan secara komprehensif.

“Semua isu yang beredar itu sudah didiskusikan oleh perangkat pemerintah. Saya tahu persis setiap 3 bulan sekali ada rapat komite stabilitas keuangan. Itu mereka melakukan assessment detail sehingga menelurkan kebijakan yang betul-betul bisa menjawab persoalan,” ujarnya.

Pendapat yang hampir sama juga disampaikan oleh Direktur Eksekutif ReforMiner Institute Komaidi Notonegoro. Menurut menyampaikan pemerintah memang sedang dalam kondisi serba sulit. Namun, ia meminta, jika rencana kebijakan ini belum bersifat final, tak perlu lebih dulu disampakkan ke publik.

“Harusnya jangan dulu disampaikan ke publik kalau belum jelas soal kepastian harga BBM bersubsidi,” kata dia dalam diskusi bertajuk ‘Kenaikan Harga BBM versus Stabilitas Makro Ekonomi’, Kamis (1/9).

BACA JUGA :  Mahfud Md: Ortu Bima Tak Boleh Diintimidasi Karena Merupakan Entitas Subjek Hukum

Kebingungan pemerintah, kata Komaidi tercermin dari dua pilihan. Pertama, mengenai upaya menjaga daya beli masyarakat di tengah tantangan termasuk rencana kenaikan BBM bersubsidi. Kedua, beban subsidi terhadap APBN adalah imbas dari kenaikan harga minyak dunia.

“Tekanan ini sebetulnya sejak dari semester I sudah ada gangguan dari sisi penawarannya. Rusia produksi (minyak mentah) 15 juta barel per day, jadi cukup besar dan hanya mengkonsumsi 2,5-3 juta barel per hari,” papar Komaidi.

Sementara, suplai minyak dari Rusia diblokir oleh negara Barat yang berimbas pada tertahannya rantai pasok global. Setidaknya, ada 12 juta barel minyak per hari yang tak bisa keluar dari Rusia. Maka, harga minyak dunia ikut naik dan mengganggu stabilitas global.

“Pemerintah dalam posisi sulit sebetulnya pengen menaikkan harga, tapi dari aspek daya beli nanti malah memukul daya beli. Kalau BBM naik biasanya merembetnya ke lain-lain,” ungkap Komaidi. (BD)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini