Harga BBM Naik, Luhut: Tak Buat Miskin Masyarakat!

0
43

RADARTANGSEL RATAS – Pemerintah resmi menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite, Solar dan Pertamax. Kenaikan tersebut diumumkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam konferensi pers yang digelar, Sabtu (3/9) kemarin.

“Untuk harga Pertalite telah diputuskan naik dari Rp 7.650 per liter menjadi Rp 10.000 per liter. Kemudian Solar subsidi dari Rp 5.150 per liter menjadi Rp 6.800 per liter, Pertamax dari Rp 12.500 per liter jadi Rp 14.500 per liter,” kata Menteri ESDM, Arifin Tasrif.

Kenaikan harga BBM tersebut, lanjut Arifin, berlaku dari tanggal 3 September 2022 pada pukul 03.00. Hal ini berlaku 1 jam sejak saat diumumkannya kenaikan harga yang berarti, penyesuaian harga tersebut berlangsung sejak pukul 14.30 WIB.

Terkait kenaikan harga BBM, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi yang sudah ditetapkan saat ini tidak akan membuat rakyat menderita.

Diungkapkan Luhut, keputusan tersebut telah dipersiapkan dengan matang dan dilakukan dengan hati-hati “Kenaikan harga BBM itu sudah kita hitung bahwa itu yang terbaik daripada tidak menaikkan BBM,” ujar Luhut, Sabtu (3/9).

BACA JUGA :  Upaya PT Meratus Line Milik Charles Manaro Hindari Bayar Utang Memakan Banyak Korban

Sebagai pihak yang ikut memutuskan kebijakan tersebut, dirinya menjamin bahwa keputusan menaikkan harga BBM tidak bermaksud untuk mencederai masyarakat.

“Pemerintah tidak akan mencederai rakyatnya. Saya jamin karena saya di pemerintah dan saya ikut penentu policy. Dan saya katakan tadi tidak mau saya lihat ada generasi Indonesia karena policy kita ikut jadi menderita,” ujar Luhut.

Dia meminta masyarakat untuk mendukung langkah yang sudah diambil pemerintah. “Semua rencana sudah kita buat secara terbuka membuat Indonesia menjadi kompetitif,” pungkasnya.

Presiden Jokowi dalam paparannya menjelaskan soal BBM subsidi tidak tepat sasaran hingga pengalihan subsidi BBM ke Bantuan Langsung Tunai (BLT).

“Lebih dari 70% subsidi BBM dinikmati kelompok mampu atau pemilik mobil pribadi. Mestinya diprioritaskan pada masyarakat tidak mampu,” ujar Jokowi, Sabtu (3/9).

Oleh karena itu, pemerintah memutuskan dan membuat pilihan terakhir dengan mengalihkan subsidi BBM sehingga harga BBM yang selama ini dapat subsidi bisa disesuaikan.

“Sebagian subsidi dialihkan untuk bantuan lebih tepat sasaran yaitu BLT BBM Rp12,4 triliun kepada 20,6 juta keluarga kurang mampu sebesar Rp150 ribu untuk 4 bulan,” ujarnya.

BACA JUGA :  Tertarik Garap Proyek Energi Hijau, Perusahaan Asal AS Tanda Tangani Kerja Sama Bernilai Rp 7,5 Triliun

Pemerintah juga menyiapkan Rp9,6 triliun untuk 16 juta pekerja dengan gaji di bawah Rp3,5 juta yang diberikan dalam bentuk bantuan subsidi upah Rp600.000.(abd)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini