Gegara Amplop Kiai, Suharso Monoarfa Dilengserkan dari Ketua PPP

0
24

RADARTANGSEL RATAS – Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) akhirnya resmi mengangkat Plt Ketua Umum baru Muhammad Mardiono menggantikan Suharso Monoarfa. Pengangkatan Mardiono merupakan putusan Mahkamah Partai dalam Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) yang bertema “Konsolidasi dan Sukses Pemilu 2024”.

“Saya menerima amanah yang diputuskan dalam rapat pengurus harian untuk mengisi jabatan Plt Ketua Umum PPP. Atas dukungan dan doa para kiai yang ada di majelis ini, Bismillah saya akan bekerja keras agar PPP bisa bangkit di Pemilu 2024,” ujar Muhammad Mardiono, usai Rakernas di Ballroom Swiss-Belinn, Serang, Banten, Senin (5/9/).

Sementara itu, Wakil Sekretaris Majelis Pertimbangan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Usman M Tokan mengimbau kepada seluruh jajaran pengurus dan pejuang Partai Persatuan Pembangunan untuk terus melakukan kerja-kerja organisasi dan kerja elektoral. Program sekolah politik dan bedah dapil, kata dia, mesti dilanjutkan agar target perjuangan bisa terwujud.

Sebelumnya tiga pimpinan majelis yakni Majelis Syariah, Majelis Kehormatan, dan Majelis Pertimbangan telah melayangkan surat ketiga kepada Suharso yang akhirnya memberhentikan Suharso Monoarfa dari jabatan Ketua Umum DPP PPP. 

BACA JUGA :  Khawatirkan Nasib Pengungsi Rohingya dan Rakyat Aceh, Majelis Ulama Aceh Desak Jokowi Bersikap Tegas

Keputusan ini diambil sebagai buntut ucapannya Suharso terkait “amplop kiai” yang menimbulkan kegaduhan dan hal lainnya yang dinilai tidak sesuai dengan AD/ART partai.

Bahkan, rentetan aksi meminta Suharso untuk mundur dari jabatannya yang datang dari berbagai elemen seperti, santri, kader PPP, hingga para pecinta kiai. 

Sementara itu, Ketua Majelis Syariah PPP KH Mustofa Aqil Siradj menyebut keputusan ini diambil atas usulan berbagai pihak. Dia pun berharap keputusannya bisa bermanfaat dan lebih baik untuk partai.

“Kami tidak bisa menahan gejolak protes, suara, dan usulan dari berbagai pihak. Tidak kurang dari 10 kali pertemuan kami adakan untuk menanggapi gejolak ini. Keputusan ini semata-mata merespon kiai dan berbagai pihak,” ungkapnya.

Di tempat yang sama, Ketua Majelis Kehormatan PPP KH Zarkasih Nur mengaku tidak ada kebencian terhadap pemimpin yang lalu (Suharso). Ke depannya, dia menyebut kepemimpinan partai akan dilakukan dengan penuh kebersamaan, persatuan, dan kasih sayang. Sehingga, bangsa Indonesia bisa lebih makmur, sejahtera, dan menjadi umat yang Rahmatan Lil Alamin.

BACA JUGA :  Terungkap, Kasus Kematian Brigadir J Tidak ada Baku Tembak

Beberapa hari sebelumnya, Suharso sempat meminta maaf atas pernyataannya.

Adapun Rakernas kali ini dihadiri oleh Wakil Ketua Umum PPP Arsul Sani, pengurus harian DPP PPP, serta Ketua dan Sekretaris dari 27 DPW PPP se-Indonesia. Kemudian, Anggota DPR RI Fraksi PPP M Amir Uskara dan Achmad Baidowi, serta Ketua Gerakan Pemuda Kabah (GPK) Habib Farhan Hasan Al Amri.

Sebelumnya, Suharso menyebut desakan agar dirinya mundur dari kursi pimpinan partai Ka’bah.”Itu enggak sesuai mekanisme,” ujar Suharso di Kompleks Parlemen, Senayan, Senin 29 Agustus 2022 lalu.

Ia juga mengaku telah meminta maaf atas pernyataannya berkaitan menyinggung soal amplop kiai. “Saya mengaku itu sebuah kesalahan. Saya memohon maaf dan meminta dibukakan pintu maaf,” kata Suharso dalam acara Sekolah Politik PPP di Bogor, 19 Agustus lalu.(abd)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini