Catat! Ini Dia Para Miliarder Vietnam yang Tolak Terima Gaji

0
46
Bos besar Vingroup Company JSC, Pham Nhat Vuong, adalah salah satu pengusaha di Vietnam yang tidak mau menerima gaji dari perusahaan yang dikelolanya. (foto: istimewa)

RADAR TANGSEL RATAS – Meskipun memegang jabatan sebagai pemimpin di perusahaan besar dengan pendapatan miliaran dolar, beberapa miliarder yang memimpin perusahaan di Vietnam mengungkapkan memilih untuk tidak menerima gaji.

Seperti yang dirilis VN Express, Selasa (6/9), laporan keuangan audit semi-tahunan Vingroup Company JSC mengungkapkan bahwa perusahaan telah menghabiskan dana lebih dari USD 1,02 juta sebagai remunerasi untuk pejabat tingginya, termasuk dewan direksi, direktur umum, dan anggota manajemen lainnya.

Tapi, Ketua Vingroup Pham Nhat Vuong dan beberapa anggota Direksi lainnya tidak menerima gaji. Laporan itu juga menyebut bahwa Vuong, miliarder terkaya di Vietnam, juga tidak menerima gaji pada paruh pertama tahun 2021.

Menurut majalah Forbes, Vuong saat ini memiliki kekayaan bersih sebesar USD 5 miliar atau setara Rp 74,5 triliun. Pada kuartal pertama tahun ini, total pendapatan bersih konsolidasi Vingroup mencapai lebih dari VND 31.600 miliar atau Rp 20 miliar, turun hampir setengahnya dibandingkan periode yang sama, terutama karena proyek real estat yang sedang dibangun.

BACA JUGA :  Korupsi Proyek Tol MBZ Rugikan Negara Rp 1,5 Triliun, Kejagung Tetapkan Tiga Tersangka

Sementara itu, bisnis Vingroup lainnya masih mencatat pemulihan dan pertumbuhan yang baik, termasuk di sektor perhotelan dan hiburan dengan peningkatan 80 persen.

Adapun pertumbuhan pendapatan bisnis Vingroup di bidang kesehatan dan pendidikan masing-masing adalah 43,6 persen dan 14 persen.

Mirip dengan Vuong, ada juga miliarder Vietnam lainnya yang tidak menerima gaji. Laporan dari perusahaan raksasa baja Vietnam, Hoa Phat Group (HPG), mengisyaratkan bahwa pemimpinnya, yakni Tran Dinh Long, dan anggota direksi tidak menerima gaji pada semester pertama tahun 2022.

Pada periode yang sama tahun lalu, pengeluaran untuk anggota Direksi melebihi VND 17 miliar atau Rp 10,7 miliar. Pembayaran gaji dan bonus kepada para pemimpin Hoa Phat dalam enam bulan pertama telah menurun tajam, menjadi sekitar VND 5 miliar, sama dengan seperempat dari periode yang sama.

Adapun miliarder Vietnam lainnya yang juga enggan menerima gaji, yakni Nguyen Dang Quang, Ketua Masan Group (MSN).

Laporan keuangan Masan yang telah diaudit mengatakan bahwa perusahaan ini menghabiskan dana hampir sebesar VND 106 miliar atau setara Rp 67,1 miliar untuk remunerasi bagi anggota manajemen utama dalam enam bulan pertama tahun 2022. Tapu, anggota Direksi tidak menerima gaji sejak tahun 2020.

BACA JUGA :  Upaya Meratus Line Memframing Bahana Line Terlibat Penggelapan BBM Dipatahkan Dua Saksi

Hal yang sama terjadi pada Vietjet, dengan Ketua Nguyen Thi Phuong Thao, satu-satunya miliarder perempuan di Vietnam dan anggota Direksi yang menerima total pendapatan VND 12,7 miliar pada semester pertama tahun ini.

Tak hanya di Vietnam, miliarder di negara lain ternyata juga ada yang tidak menerima remunerasi atau gaji simbolis.

CEO Facebook Mark Zuckerberg, CEO Tesla Elon Musk, co-founder shoppingmode Google Larry Page dan Sergey Brin, atau co-founder shoppingmode Apple Steve Jobs adalah nama-nama terkemuka di daftar miliarder yang hanya menerima gaji sebesar 1 USD. (BD)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini