Keren, usai Merger, Kinerja Pelindo Regional 4 makin Tokcer, Meningkat 2 Kali Lipat 

0
64

RADAR TANGSEL RATAS – Usai merger, kinerja PT. Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Persero Regional 4 semakin tokcer. Yakni, meningkat dua kali lipat dari yang sebelumnya.

PT. Pelabuhan Indonesia Regional 4 yang berada di Makassar, saat ini, kinerja perseroannya terus mengalami peningkatan pascamerger 1 tahun lalu. Hal itu seperti yang diungkapkan Regional Head 4 Pelindo, Enriany Muis, di Makassar, baru-baru ini.

Kata Enriany, peningkatan kinerja tersebut dapat terjadi karena secara bertahap beberapa cabang di Pelindo Regional 4 telah melakukan kerjasama. “Yakni kerjasama dengan subholding yang telah terbentuk pasca-semua Pelindo bergabung menjadi satu pada 1 Oktober 2021,” paparnya.

Enriany menjelaskan, dari 26 cabang yang ada di Regional 4, sejak Januari tahun ini, secara bertahap, masing-masing mulai bergabung dengan subholding yang ada. “Yaitu Subholding Pelindo Jasa Maritim (SPJM), Subholding Pelindo Multi Terminal (SPMT), Subholding Pelindo Terminal Petikemas (SPTP), dan Subholding Pelindo Solusi Logistik (SPSL) serta anak perusahaan PT Indonesia Kendaraan Terminal (IKT),” urai Enriany.

Melalui kerja sama tersebut, sambungnya, terjadi beberapa perubahan kinerja. “Karena, dengan dikerjasamaoperasikan dengan subholding, maka proses bisnisnya bisa menjadi lebih terfokus,” sebutnya.

BACA JUGA :  Banyak Dikomplain Masyarakat, Tilang Uji Emisi di DKI Jakarta Kembali Dihapus

Misalnya, jelas Enriany, seperti cabang yang sebelumnya menangani beberapa segmen jasa kepelabuhanan yaitu peti kemas, non-peti kemas, penumpang, dll. setelah kerja sama dengan subholding, menjadi bisa lebih terarah dan fokus. “Serta, bisa lebih optimal kinerjanya dibandingkan pada saat hanya ditangani oleh satu unit kerja atau cabang saja,” ia menerangkan.

Lebih lanjut, Enriany mengungkapkan bahwa Pelabuhan Utama Makassar yang setelah diserahterimaoperasikan (STO) oleh SPMT ternyata terus mengalami peningkatan kinerja yang cukup signifikan. “Contohnya, untuk curah kering yang ketika ditangani oleh cabang Makassar, kinerjanya hanya bisa mencapai 2.000-2.500 ton per harinya. Kini, setelah dikelola oleh subholding, jumlahnya jadi meningkat hingga 3 kali lipat menjadi 5.000 hingga 6.000 ton per hari,” tandasnya.

Kinerja perseroan terus meningkat hingga dua kali lipat, jelas Enriany. Dan, sambungnya, fungsi cabang Makassar adalah tetap sebagai pemilik aset.

“Jadi fungsi cabang Makassar adalah tetap sebagai pemilik aset. Lalu, semua kebijakan juga dikeluarkan oleh cabang Makassar seperti pada penetapan tarif, kerjasama, dll. Jadi subholdingnya ini tetap melakukan koordinasi dan cabang Makassar berhak untuk memberikan evaluasinya. Jadi sebagai pemilik aset, fungsi cabang adalah untuk memonitor dan mengevaluasi kegiatan subholding yang bekerja di wilayahnya,” ucap pria yang memiliki etos kerja sangat baik dan prima ini. (SAN)

BACA JUGA :  Menggunakan LCT, Indonesia Raih Apresiasi dari Negara-Negara Anggota ASEAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini