Siap-Siap! Pemerintah Berencana Ganti LPG 3 Kg dengan Kompor Induksi

0
53
Penggunaan kompor induksi juga lebih aman dibanding LPG. Sebab, kompor induksi hanya menghasilkan panas, bukan api seperti layaknya kompor gas. Penggunaan kompor listrik juga lebih praktis dan mudah dibersihkan. (foto: istimewa)

RADAR TANGSEL RATAS – Pemerintah berencana mengganti pemakaian LPG 3 kg dengan kompor induksi. Langkah ini untuk mengurangi beban subsidi gas yang sangat besar dan cenderung tidak tepat sasaran.

Ketua Komisi VII DPR RI Sugeng Suparwoto mengapresiasi rencana konversi tersebut. Tapi, ia menilai masyarakat bakal kerepotan karena cara masak menggunakan kompor induksi jelas berbeda dengan LPG 3 kg.

Seperti diketahui, alat masak seperti panci dan penggorengan yang digunakan untuk memasak dengan LPG berbeda dengan alat masak dengan menggunakan kompor induksi.

“Harus dipikirkan compatibility, kesesuaian antara alat masak rata-rata. Di kampung kan semua pakai panci alumunium,” tutur Sugeng, seperti yang dirilis Liputan6.com, Minggu (18/9).

“Jadi tidak semata kompornya yang bisa gratis menggantikan LPG, tapi lantas alat masaknya bagaimana? Itu harus diperhatikan,” ujarnya.

Atas pertanyaan tersebut, tim dari Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengaku telah memperhitungkan hal tersebut. Kebutuhan untuk alat masak turut dimasukkan dalam program konversi dari LPG 3 kg menuju kompor induksi.

BACA JUGA :  Deddy Corbuzier Diberi Pangkat Tituler, Pengamat Militer: Pemberian Tersebut Perlu Dikaji Ulang

Menurut perhitungan Balitbang ESDM, biaya investasi migrasi kompor induksi akan memakan ongkos antara Rp 2,4 juta hingga Rp 5,57 juta per rumah tangga.

Biaya itu dipakai untuk pengadaan kompor induksi 2.000 W sebesar Rp 600 ribu sampai Rp 1,72 juta, termasuk untuk peralatan masak feromagnetic tiga set senilai Rp 650.000 Hingg Rp 1.125.000.

Selain itu, masing-masing rumah tangga juga akan mendapat harga diskon 50 persen untuk tambah daya listrik gratis, sebesar Rp 1,5 juta. Ada pula pemasangan instalasi saluran kabel khusus 20 meter untuk kompor listrik yang memiliki beban listrik besar sebesar Rp 1.122.000, serta pengadaan sertifikat layak operasi Rp 105.000.

Kabarnya, program ini telah menyasar masyarakat di Solo Jawa Tengah dan Denpasar Bali.

Pengamat Kebijakan Publik, Agus Pambagio mengapreasiasi langkah pemerintah dan PT PLN (Persero) dalam mendorong konversi kompor LPG ke kompor induksi. Salah satunya dengan menyalurkan kompor listrik ke 2.000 keluarga penerima manfaat dengan golongan daya listrik 450 VA dan 900 VA.

BACA JUGA :  Bakal Ada Pertemuan Jokowi dengan Tiga Capres, Ngabalin: Untuk Membangun Pemilu yang Sejuk

Agus menilai, program konversi kompor LPG ke kompor induksi akan memberikan banyak manfaat bagi masyarakat, khususnya masyarakat kelas menengah ke bawah dan UMKM.

“Saya apresiasi, karena dimulai dengan kelompok masyarakat yang masih disubsidi, yaitu golongan 450 VA dan 900 VA. Mereka juga kelompok masyarakat yang selalu dibantu pemerintah lewat dana sosial. Ada UMKM juga,” tuturnya (4/9).

Agus menjelaskan, dengan menggunakan kompor listrik, banyak penghematan yang bisa dilakukan oleh masyarakat. Sebagai contoh, jika menggunakan kompor LPG, masyarakat harus mengeluarkan anggaran setidaknya Rp 20.000 per tabung gas subsidi, maka dengan kompor listrik anggaran tersebut bisa ditekan.

“Kalau mereka biasanya menggunakan sebanyak 3-4 tabung LPG per bulan dengan harga Rp 20.000, jadi sebulan sekitar Rp 60.000 hingga Rp 80.000. Dengan menggunakan kompor induksi, mereka hanya mengeluarkan Rp 17.000-Rp 18.000. Jadi ini menguntungkan dan uang sisanya bisa digunakan untuk penambahan gizi keluarga,” jelas dia.

Berdasarkan simulasi yang dilakukan Dewan Energi Nasional (DEN), dapat ditunjukkan bahwa penggunaan kompor induksi sangat hemat, ramah lingkungan, dan aman digunakan.

BACA JUGA :  Ini Dia Orang Tertua di Dunia yang Hidup di Abad ke-20, Usianya 122 Tahun

Contohnya, untuk memasak 10 liter air, kompor induksi berkapasitas 1.200 watt hanya membutuhkan biaya sebesar Rp 1.200. Sementara dengan menggunakan LPG atau dikenal gas elpiji, memakan biaya Rp 6.000 dengan takaran yang sama. Selain itu, memasak menggunakan kompor listrik ini juga bisa membuat masakan cepat matang.

Selain itu, penggunaan kompor induksi juga lebih aman dibanding LPG. Hal ini karena kompor induksi hanya menghasilkan panas, maka tidak ada api yang muncul dari permukaan kompor seperti layaknya kompor gas. Penggunaan kompor listrik juga lebih praktis dan mudah dibersihkan.

Sementara dari sisi waktu memasak juga lebih hemat karena kompor induksi memungkinkan penyebaran panas yang lebih merata ketimbang kompor gas. Hal ini memungkinkan aktivitas memasak lebih cepat, sehingga hemat waktu. Tak hanya itu, penggunaan kompor induksi juga mengurangi potensi polusi rumah tangga. (BD)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini