Soal Dewan Kolonel, Johan Budi: Dipersiapkan untuk Pemenangan Puan Jika Jadi Capres

0
56
Johan Budi, sang pencetus 'Dewan Kolonel', sebuah tim yang dibentuk oleh anggota Fraksi PDIP di DPR yang loyal kepada Puan Maharani. (foto: istimewa)

RADAR TANGSEL RATAS – Anggota DPR Fraksi PDIP Johan Budi menjelaskan bahwa keberadaan tim Dewan Kolonel memang dipersiapkan untuk pemenangan Puan Maharani jika ditunjuk jadi calon presiden (capres) dari PDIP untuk Pilpres 2024.

Kata Johan, adanya Dewan Kolonel berangkat dari personal anggota DPR RI fraksi PDIP yang mendukung Puan maju dalam pencapresan.

“Gimana nih kita yang mendukung Mbak Puan, gimana kalau kita bikin tim. Tim yang ikut membantu Mbak Puan untuk jadi capres. Ini enggak ada kaitannya sama DPP lho ya. Tapi kami di Fraksi ada sekelompok orang, ingin menjadi timnya mbak Puan untuk persiapan Pilpres itu,” tutur Johan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (20/9), seperti yang dirilis Suara.com.

Meski begitu, kata Johan, pihaknya akan tetap menunggu keputusan Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri mengenai sosok yang nanti akan diusung sebagai capres dari partai berlambang banteng moncong putih. “Kita sudah prepare duluan, kalau misalnya nanti Mbak Puan yang ditunjuk, tim ini sudah siap,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Sri Mulyani: Ada 60 Negara yang Terancam Bangkrut Akibat Utang

Johan menjelaskan, Dewan Kolonel awalnya hanya beranggotakan enam anggota DPR Fraksi PDIP. Tapi seiring berjalannya waktu, jumlah anggotanya bertambah.

“Trimedya, Pak Hendrawan, Masinton, pokoknya ada enam. Mbak Agustin. Jadi awal itu cuma enam orang. Termasuk saya, kan saya yang ngusulin,” tuturnya.

Lebih lanjut, Johan menegaskan bahwa tim Dewan Kolonel ini bukan dibentuk atas perintah DPP PDIP, bukan juga atas arahan Fraksi PDIP DPR RI. “Ini sekali lagi nggak ada hubungannya sama DPP. Inisiatif orang per orang. Bukan fraksi juga. Kalau kamu bicara fraksi berarti kan semuanya,” pungkasnya.

Untuk diketahui, sejumlah pihak di fraksi PDIP DPR RI sudah membentuk tim dengan nama Dewan Kolonel untuk mendorong Puan Maharani dalam pencapresan di Pilpres 2024.

Sebelumnya, Trimedya Panjaitan tak menampik kabar adanya tim dengan nama Dewan Kolonel di Fraksi PDIP DPR RI untuk mendorong pencapresan Puan Maharani di Pilpres 2024. Ia menyebut, adanya Dewan Kolonel tercetus oleh anggota Komisi III DPR Fraksi PDIP Johan Budi.

BACA JUGA :  ICW Pertanyakan Data yang Dihitamkan pada Dokumen Hasil Audit BPJS Kesehatan, Kemenkeu Buka Suara

“Iya abis rapat ada pengarahan Mbak Puan kan pembina fraksi dan pembina fraksi cuma satu Mbak Puan aja. Kemudian masuk ruang pimpinan fraksi, Johan Budi bilang kita loyalis Mbak harus buat sesuatu, Dewan Kolonel. Kita tunjukkan bahwa kita loyalis Mbak,” kata Trimedya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (20/9).

Menurut Trimedya, adanya tim tersebut awalnya tidak diketahui oleh Puan. Tapi Puan mengaku senang usai mendengar laporan langsung adanya tim tersebut dari Ketua Fraksi PDIP DPR RI Utut Adianto ketika keduanya berdinas luar kota. Dalam tim ini sendiri, Trimedya mengatakan, dirinya bertindak sebagai koordinator.

“Ya sudah, dia bilang saya jadi koordinator, jadilah pada saat itu. Kemudian pas Pak Utut ke luar kota sama Mbak (Puan) disampaikan sama Pak Utut, Mbak seneng. Udah gitu aja tidak ada program yang rigid,” ungkap Trimedya.

Ia menambahkan, anggota tim Dewan Kolonel ini terdiri dari masing-masing fraksi di setiap komisi di DPR RI. Nantinya diharapkan para anggota fraksi itu bisa mewakili dapilnya dalam mendorong Puan.

BACA JUGA :  Setelah Dewan Kolonel, Muncul Dewan Kopral, Sebenarnya Ada Apa di Internal PDIP?

“Kalau bahasanya Pacul kan, bagaimana mewangikan Mbak Puan di dapil kita masing-masing,” tuturnya.

Kendati begitu, Trimedya mengatakan pihaknya akan taat terhadap apa pun nanti keputusan Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri soal capres. “Jadi apapun bagi kami ya Mbak Puan sebelum ibu memutuskan lain. Kalau ibu putuskan lain, ya kami tentu tegak lurus,” tuturnya.

Lebih lanjut, Trimedya menyampaikan, bahwa tim ini terbentuk dalam kurun waktu lima bulan. “Itu dasarnya. Kalau usul-usul, tanya saja Johan Budi apa yang ada di kepala dia pikiran dia kenapa dia usul gue juga kaget. Dia begitu fanatiknya sama Mbak, gue aja kaget.”

Trimedya mengemukakan, alasan tersebut yang membuatnya merealisasikan gagasan Johan. “Karena kalau dilihat, dia kan belum terlalu lama karena lama di KPK interaksinya rendah. Belum lama kenal kok, lebih fanatik Johan Budi. Dia yang pompa semangat kita,” katanya. (BD)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini