Kecam Negara Non-Blok, Macron: Mereka yang Diam Saja Adalah Penyebab Imperialisme Baru

0
40
Presiden Prancis Emmanuel Macron menyebut tindakan Rusia merusak tatanan internasional dan membuat perdamaian sulit tercapai. Ia berkata perang Rusia melemahkan prinsip PBB, sehingga semua negara perlu ikut berperan untuk perdamaian. (foto: istimewa)

RADAR TANGSEL RATAS – Presiden Prancis Emmanuel Macron menggebrak podium saat berpidato di Sidang Umum PBB 2022 di New York. Gebrakan itu terjadi ketika menyorot negara-negara netral di perang Rusia-Ukraina.

Kepada negara-negara yang non-blok, Presiden Macron menegaskan bahwa mereka sedang mendukung imperialisme masa kini. Siapapun yang mengikuti perjuangan non-blok, kata Macron, telah melakukan kesalahan serius.

France 24 melansir, menurut Macron, negara-negara yang memilih untuk tetap netral dalam menyikapi Perang Rusia-Ukraina harus ikut bertanggung jawab terhadap praktik imperialisme baru yang dilancarkan oleh tentara Rusia terhadap warga sipil Ukraina setiap hari.

“Negara mana saat ini yang hegemon kalau bukan Rusia? Apa yang kita saksikan sejak 24 Februari (hari pertama agresi militer Rusia ke Ukraina) adalah kembalinya era imperialisme dan kolonialisme yang dilakukan oleh Rusia selaku negara hegemon,” kata Macron dalam pidatonya pada hari pertama Sidang Majelis Umum PBB ke-77 di Markas Besar PBB di New York City, New York, AS, Selasa lalu, (20/9).

BACA JUGA :  Indonesia Naik Kelas Jadi Negara Berpenghasilan Menengah ke Atas, Sri Mulyani: Ini Bukti Menguatnya Pertumbuhan Ekonomi

Ia juga menandaskn bahwa Perancis menolak praktek semacam ini dan akan bekerja secara konsisten untuk menjaga perdamaian.

Mereka yang saat ini diam saja adalah penyebab imperialisme baru,” tandas Macron dalam pidatonya, Selasa (20/9).

Presiden Macron memang menyebut pihak yang non-blok (“non-alignés”), tapi ia tidak secara langsung menyindir negara Gerakan Non-Blok (Non-Aligned Movement) atau disingkat GNB.

Indonesia merupakan anggota GNB. Sejauh ini, Indonesia meminta perdamaian, tapi tidak secara terbuka mengecam Rusia.

Pidato Presiden Macron itu disiarkan oleh situs resmi UN. Macron yang terdengar bersemangat beberapa kali menggebrak meja dan menunjuk-nunjuk audiens ketika membahas isu invasi ini.

Macron sempat bertanya kepada audiens siapa yang protes sanksi terhadap Rusia. Ia pun meminta pihak-pihak tersebut berpikir jika invasi yang sama terjadi pada mereka, tapi kawasan dan dunia memilih diam.

Presiden Macron berkata tindakan Rusia merusak tatanan internasional dan membuat perdamaian sulit tercapai. Ia berkata perang Rusia melemahkan prinsip PBB, sehingga semua negara perlu ikut berperan untuk perdamaian.

BACA JUGA :  Anggaran Kemensos Rp 412 Miliar Diblokir Sri Mulyani, Menteri Risma Curhat ke DPR

Selain itu, ia menegaskan bahwa imperialisme ditolak di Eropa. “Imperialisme kontemporer ini bukanlah hal Eropa, bukan hal Barat,” ujar Macron.

“Mereka (negara) yang masih diam saja sampai dengan saat ini akan merasakan akibatnya, baik secara langsung atau tidak langsung, sesuai dengan derajat tindakan yang mereka lakukan karena mendukung praktik imperialisme baru Rusia terhadap Ukraina,” kata Macron. (BD)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini