Heboh Beredar Kartu Mainan Anak untuk Situs Judi Online

0
40

RADARTANGSEL RATAS – Para orang tua di Kecamatan Pinang, Kota Tangerang resah lantaran sebuah mainan anak-anak yang disematkan barcode situs judi online beredar. Polisi saat ini sudah mengusut kasus tersebut dan memeriksa penjualnya.

Awalnya situs judi online itu masih bisa dibuka menggunakan VPN, namun saat mencoba membuka situs tersebut pada Kamis (29/9/2022) pukul 08.30 WIB situs itu sudah diblokir Kominfo. 

Tampak laman situs berubah menjadi informasi tentang pemblokiran situs karena mengandung konten negatif yang melanggar Peraturan Menkominfo nomor 5 tahun 2022.

Sementara itu, Kapolsek Pinang Iptu Tapril mengatakan pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terhadap penjual mainan tersebut. Kepada polisi, penjual mainan mengaku tidak tahu bahwa mainan yang berupa kartu itu terhubung dengan situs judi online.

“Mainannya berbentuk kartu, penjual mengaku mendapat barang itu juga dari orang lain. Dia beli di toko grosir mainan di pasar,” ujar Tapril dalam keterangannya.

Tapril melanjutkan bahwa dalam kartu mainan tersebut, tercantum sebuah barcode yang apabila dipindai dengan handphone akan terhubung ke situs judi online. Namun, untuk membuka situs itu harus lebih dulu mendaftarkan email dan nomor rekening.

BACA JUGA :  Viral! Beredar Kerajaan Ferdy Sambo Bernama Konsorsium 303, Bergerak di Bisnis Judi Online

“Kartu yang berbarcode judi online tersebut tidak bisa dibuka jika tidak dengan situs VPN dan menggunakan email dan nomor rekening,” jelasnya.

Polisi akhirnya menarik seluruh kartu mainan anak dengan barcode situs judi online yang sempat beredar di Kecamatan Pinang, Kota Tangerang.

“Sudah kita tindaklanjuti dan melaporkan ke Polres. Intinya mainan itu berdasarkan keterangan pengecer, dia mendapat dari agen yang dibeli dari pasar Bengkok dan pasar Lembang. Keterangan agen itu membeli di pasar Pagi, Jakarta Barat, satu renceng dia beli 6 ribu dan dijual 8 ribu ke pengecer,” jelas Iptu Tapril.

Para penjual juga tidak mengerti kegunaan barcode yang terpasang, sampai akhirnya ada salah satu orangtua yang menyadari bahwa barcode tersebut terhubung ke situs judi. Mereka mengaku hanya menjual mainan yang sedang digandrungi anak-anak tersebut.

“Dia (pengecer) juga tidak tahu ada barcode, tidak mengerti juga mengarah ke situs judi online,” jelas Tapril.

Kapolsek memastikan bahwa situs yang terhubung tidak mudah diakses oleh anak-anak. Situs bisa hanya bisa dibuka menggunakan VPN, dan juga harus menginput data diri dan rekening bank.

BACA JUGA :  Menteri PPA Dorong Proses Hukum Terhadap Kasus Seksual Anak SD di Tangsel

“Kalau yang bisa terakses online, dia harus memberikan data berupa nama sampai nomor rekening, itu kalau yang HP nya pernah digunakan untuk judi online. Tapi barcode kadang semuanya banyak yang enggak bisa, baik dari lidik kami dan keterangan pengecer,” jelas Tapril.

Saat dilakukan penyelidikan langsung oleh Krimsus Polres Tangerang, kata Tapril, petugas juga kerap kali gagal mengakses situ dalam barcode itu. Polisi juga memastikan kalau mainan bergambar itu, berasal dari China yang dijual bebas di sentra penjual mainan pasar Pagi, Jakarta Barat.

“Jadi kartu itu mainan dari China, dan dia beli dari pasar Pagi, Jakarta Barat. Jadi bukan di Pinang saja, mungkin di daerah lain juga banyak,” tegas dia.(abd)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini