Kepercayaan Publik kepada Polisi Turun, Jokowi: Begitu Ada Peristiwa Sambo, Runyam Semuanya!

0
39
Presiden Jokowi dan Kapolri Listyo Sigit Prabowo saat peringatan ke-76 Hari Bhayangkara di Akademi Kepolisian, Semarang, Jawa Tengah (5/7). (foto: dok. Sekretariat Presiden)

RADAR TANGSEL RATAS – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyoroti tingkat kepercayaan publik kepada Polri yang baru-baru ini mengalami penurunan. Hal itu bermula sejak mengemukanya kasus Ferdy Sambo yang mengejutkan publik.

“Begitu ada peristiwa FS (Ferdy Sambo), runyam semuanya, dan jatuh ke angka paling rendah,” kata Jokowi dalam akun YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (15/10).

Padahal, kata Jokowi, tingkat kepercayaan publik pernah cukup tinggi dibandingkan lembaga penegak hukum lainnya, terutama pada masa-masa awal pandemi Covid-19. “Polri telah 440 juta dosis vaksin yang telah disuntikkan kepada masyarakat. Dan indeks kepercayaan masyarakat juga menempatkan Polri di puncak teratas pada saat itu,” ungkap Jokowi.

Karena itu, ia meminta Kapolri untuk meningkatkan kepercayaan publik terhadap Polri. Dan ia meminta seluruh personel Polri bekerja keras untuk hal tersebut. “Ini yang harus dikembalikan lagi dengan kerja keras, Saudara-Saudara sekalian,” tuturnya.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Litsyo Sigit Prabowo menyebut kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri belakangan ini mengalami penurunan. Hal itu disampaikan Listyo di hadapan Presiden Jokowi dan sejumlah pejabat tinggi (Pati) Polri di Istana Negara, Jumat (14/10).

BACA JUGA :  600 PJLP Di-PHK Karena Terbentur Aturan Usia Maksimal 56 Tahun, DLH DKI: Anggota Keluarga PJLP Bisa Jadi Penggantinya

Salah satu yang menjadi biang merosotnya tingkat kepercayaan publik ke polisi, menurut Listyo, adalah kasus Ferdy Sambo. “Karena ada peristiwa FS dan beberapa kasus yang kemudian berdampak pada persepsi negatif, maka saat ini tingkat kepercayaan publik kepada Polri rendah,” ungkap Listyo dalam siaran YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (14/10).

Selain itu, Listyo menyebut gaya parlente atau hedon anggota polisi ditenggarai juga menjadi penyebab menurunnya rasa kepercayaan publik kepada polisi. Jokowi, kata Listyo, bahkan memberi arahan khusus terkait gaya hidup parlente polisi tersebut.

“Hal-hal yang sifatnya bisa menurunkan tingkat kepercayaan publik terkait dengan gaya hidup, dan hal-hal yang bersifat pelanggaran, tentunya ini menjadi arahan-arahan dari Bapak Presiden. Ini akan kami tindaklanjuti,” papar Listyo. (BD)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini