Ganjar Siap Maju Nyapres Meski Belum Diizinkan Megawati, Pengamat: Ganjar Harusnya Keluar dari PDIP

0
35
Meskipun Ganjar telah menyatakan siap menjadi capres, hingga saat ini PDIP belum memperlihatkan tanda-tanda untuk mengusungnya. Bahkan, partai yang diketuai Megawati Soekarnoputri itu tampak condong mendukung Puan Maharani yang maju sebagai capres. (foto: istimewa)

RADAR TANGSEL RATAS – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo telah menyatakan bahwa dirinya siap untuk maju dalam Pilpres 2024 mendatang. Dikutip dari Wartaekonomi.co.id, Ganjar menjadi salah satu nama yang mengantongi elektabilitas tertinggi dan digadang-gadang menjadi calon presiden pada tahun 2024.

Menjawab peluang tersebut, Ganjar menyatakan siap maju menjadi capres demi bangsa dan negara. “Kalau untuk bangsa dan negara apa sih yang kita tidak siap,” ujar Ganjar.

Menurut Ganjar, setiap anggota parpol harus siap saat diusung sebagai capres dan yang pasti diusung dalam pilpres pasti orang-orang yang terbaik.

Meski sudah menyatakan siap untuk menjadi capres, hingga saat ini partai yang menaungi Ganjar, PDIP, belum memperlihatkan tanda-tanda untuk mengusungnya. Bahkan, partai yang diketuai Megawati Soekarnoputri itu terlihat condong untuk mendukung Puan Maharani.

Menanggapi kesiapan Ganjar untuk menjadi capres, pengamat komunikasi politik dari Universitas Esa Unggul Jamiluddin Ritonga mengatakan bahwa kesiapan Ganjar maju capres itu membawa implikasi baginya di PDIP.

Menurutnya, Ganjar seharusnya keluar dari PDIP karena keinginannya untuk menjadi capres itu tidak mendapat izin dari Ketum PDIP. “Secara moral Ganjar seharusnya keluar dari PDIP. Sebab, keinginan nyapres Ganjar bukanlah keputusan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri,” ujarnya.

BACA JUGA :  Partai Demokrat: Pertemuan Anies dan AHY Bakal Lebih Intens Jelang Pilpres 2024

Lebih lanjut, keputusan Ganjar itu, kata Jamiluddin, melawan keputusan partai karena PDIP telah memberikan hak prerogatif kepada Megawati sebagai Ketua Umum untuk memutuskan siapa capres yang nantinya akan diusung untuk maju dalam Pilpres 2024.

Jamiluddin menambahkan, jika Ganjar tidak mundur dari partai, kemungkinan ada sanksi tegas yang akan diberikan Megawati. Bisa jadi ia akan dipecat karena mendahului keputusan.

“Keputusan Ganjar yang siap nyapres tampaknya karena sudah ada sinyal dari partai lain. Partai lain belum bisa mendeklarasikan Ganjar karena secara moral tidak etis karena masih menjadi kader PDIP,” tambahnya.

Jamiluddin juga melihat keputusan Ganjar itu bisa jadi merupakan pancingan agar dipecat dari PDIP. Kalau pancingan itu berhasil, maka PDIP akan memecat Ganjar sebagai kader. (BD)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini