Kronologis Insiden Kerusuhan pada Muspimnas PMII di UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Jatim

Pembukaan Musyawarah Pimpinan Nasional Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di Universitas Islam Negeri (UIN) Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Jawa Timur, diwarnai kericuhan pada Kamis petang (17/11). Video kericuhan itu viral di media sosial. (foto: istimewa)

RADAR TANGSEL RATAS – Acara pembukaan Musyawarah Pimpinan Nasional (Muspimnas) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Jawa Timur, berlangsung ricuh. Aksi saling lempar kursi terjadi pada acara yang digelar pada Kamis (17/11/2022) itu.
Beberapa pejabat setempat yang menghadiri Muspimnas ini langsung mengamankan diri karena acara yang berlangsung kurang efektif.

Di awal pembukaan acara, sejumlah anggota PMII yang ada di sisi utara mulai melakukan aksi protes. Tak berselang lama, kericuhan pun terjadi. Para aktivis mahasiswa itu terlibat aksi saling lempar kursi.

Dikutip dari Suara.com (19/11), insiden itu terjadi terjadi saat Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi membacakan sambutan Presiden Jokowi. Akibat kericuhan tersebut, Wamenag langsung menghentikan sambutannya demi keamanan.

Adanya saling lempar kursi, membuat sejumlah pejabat yang hadir seperti Wakil Ketua DPR Muhaimin Iskandar, Bupati Tulungagung Maryoto Birowo, hingga Bupati Lumajang Thoriqul Haq turut mengamankan diri.

Petugas keamanan juga langsung mendatangi lokasi dan membawa mahasiswa yang terlibat kericuhan ke luar area. Tapi, di luar gedung pun mereka masih melancarkan aksi protes dan hampir terjadi kericuhan susulan.

BACA JUGA :  SMRC: Jika Puan Nyapres 2024, Suara PDIP Bakal Turun?

Kapolres Tulungagung AKBP Eko Hartanto mengaku tidak mengetahui secara pasti awal mula kejadian tersebut. Ia mengaku telah meminta klarifikasi mahasiswa yang terlibat kericuhan. Belakangan beredar kabar bahwa kerusuhan tersebut bermula saat mahasiswa ingin bertemu dengan Ketua Umum Pengurus Besar (PB) PMII.

Keterangan itu disampaikan oleh Eko kepada wartawan pada Kamis (17/11). Ia menyebut para mahasiswa ingin bertemu dengan Ketua PB PMII untuk membahas masalah internal. Tapi, ia mengaku tidak tahu apa permasalahannya.

Menurut Eko, setelah diamankan dan dimintai klarifikasi, kericuhan itu dapat dikendalikan. Acara pembukaan Muspimnas PMII pun kembali dilanjutkan dengan sambutan dari Muhaimin Iskandar yang kemudian diisi upacara pembukaan.

Usai memberikan sambutan, Muhaimin diamankan untuk keluar kampus UIN Sayid Ali Rahmatullah agar bisa melanjutkan aktivitasnya. Tapi, rombongannya beserta Ketua PB PMII sempat dihadang. Meski demikian, aksi itu berhasil diredam polisi.

Eko mengatakan pihaknya mengakui bahwa sempat ada keributan juga pada malam sebelum pembukaan. Para aktivis mahasiswa tersebut melayangkan protes atas penyediaan fasilitas untuk peserta, seperti makanan hingga penginapan.

BACA JUGA :  Yayasan ACT Sudah Dilarang Terima Sumbangan Uang dan Barang, Izin Dicabut Kemensos

Dikutip dari Suara.com (19/11), menurut Wamenag Zainut, kericuhan itu terjadi sekitar pukul 15.30 WIB, saat ia naik podium untuk menyampaikan sambutan mewakili Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.

Selang tujuh menit, Zainut mengaku melihat keributan antara peserta yang berada di luar dan dalam ruangan. Kata Zainut, mereka yang ada di luar tampak ingin menyampaikan protes, tapi diberi perlawanan oleh para peserta yang ada di dalam.

Meski begitu, Zainut mengaku tidak mengetahui alasan pasti kericuhan tersebut. Ia juga menyebut hal itu tidak berkaitan dengan kehadirannya di sana. Ia hanya mendengar jika ada masalah internal organisasi. (BD)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini