Surpres Sempat Gagal Terkirim, Jokowi Akhirnya Tunjuk KSAL Yudo Margono Jadi Calon Tunggal Panglima TNI

Genap berusia 57 tahun, Laksamana Yudo Margono merupakan seorang perwira tinggi (Pati) TNI AL yang menjabat sebagai KSAL sejak 20 Mei 2020. Saat itu, Yudo menggantikan Laksamana TNI Siwi Sukma Adji yang menjadi pucuk pimpinan di TNI AL sebelumnya. (foto: istimewa)

RADAR TANGSEL RATAS – Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjuk KSAL Laksamana Yudo Margono sebagai calon tunggal Panglima TNI pengganti Jenderal Andika Perkasa. Rencananya, surat presiden tentang pengganti panglima akan dikirimkan ke DPR sore ini.

“Saya dapat informasi bahwa yang ditunjuk itu adalah Kasal,” tutur anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) TB Hasanuddin, di Kompleks Parlemen Senayan, Senin (28/11/2022), dikutip dari Liputan6.com.

Nantinya, kata Hasanuddin, usai menerima surat presiden, DPR akan melakukan uji kelayakan dan kepatutan terhadap Yudo sebagai calon Panglima TNI pada Rabu (30/11/2022).

Selanjutnya, DPR akan mengesahkan keputusan hasil uji kelayakan dan kepatutan pada rapat paripurna yang digelar pada Kamis, 1 Desember 2022.

Sebelumnya, surat presiden tentang pergantian panglima TNI akan diterima DPR hari ini, Senin (28/11/2022). Sekjen DPR Indra Iskandar menyebut Mensesneg Pratikno akan mengirimkan ke DPR pada sore hari.

“Untuk penyampaian surpres (surat presiden) calon Panglima TNI oleh Mensekneg dijadwalkan hari ini jam 16.00 WIB,” kata Indra kepada wartawan, Senin (28/11/2022). Indra menambahkan bahwa surpres dari istana akan diterima langsung oleh Ketua DPR Puan Maharani.

BACA JUGA :  Kapolri Sebut Ada 3 Brigjen Diduga Hambat Olah TKP Brigadir J, 4 Personel Diisolasi

Sebelumnya, surpres batal dikirimkan pada Rabu, 23 November 2022. Menurut Indra, berdasarkan kesepakatan antara Puan Maharani dan Mensesneg Pratikno, surpres baru akan dikirimkan pada Senin, 28 November 2022.

“Itu akan disampaikan secara resmi pada 28 November, hari senin besok,” kata Indra kepada wartawan (23/11).

Indra menyebut alasan batalnya pengiriman surpres karena Puan saat ini tidak ada di Indonesia, lantaran sedang melakukan kunjungan kerja ke Kamboja.

“Kenapa enggak jadi disampaikan hari ini, karena ibu Puan masih memimpin delegasi Indonesia pada sidang parlemen ASEAN atau AIPA di Kamboja,” ungkap Indra. (BD)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini