Mantab! Tangsel Masuk 5 Besar Realisasi Tertinggi Belanja Produk Dalam Negeri dan UMK

0
35
Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie menyatakan prestasi Pemkot Tangerang Selatan menempati peringkat lima besar realisasi PDN dan produk UMK se-Indonesia merupakan bukti komitmen pemerintahannya dalam mendukung realisasi belanja produk dalam negeri, sekaligus produk UMK-Koperasi. (foto: istimewa)

RADAR TANGSEL RATAS – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menempati peringkat lima besar realisasi belanja produk dalam negeri (PDN) dan produk UMK se-Indonesia. Hal tersebut berdasarkan data yang dirilis oleh Lembaga Kebijakan Pengedaan Barang/Jasa (LKPP) dalam Rakor Monev Inpres Nomor 2 Tahun 2022. Total realisasi belanja PDN Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) sebesar Rp 973,3 miliar.

Dikutip dari Liputan6.com, peringkat yang dicapai Pemkot Tangsel itu hanya berada di bawah kota-kota besar yang usianya jauh dari Tangsel, yaitu Surabaya sebesar Rp 1,7 triliun, disusul Medan Rp 1,7 triliun, dan Bekasi Rp 1,2 triliun. Bahkan realisasi PDN Tangsel lebih tinggi dari Kota Bandung yang berada di angka Rp 920,8 miliar.

Sedangkan, untuk realisasi belanja UMK, Pemkot Tangsel ada di peringkat lima, dengan nilai belanja mencapai 597,2 miliar rupiah.

Menurut Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie, capaian tersebut jadi bukti komitmen pemerintahannya dalam mendukung realisasi belanja produk dalam negeri, sekaligus produk UMK-Koperasi.

“Memang sejak awal kami berkomitmen untuk memajukan produk dalam negeri, terlebih lagi sudah diinstruksikan oleh Bapak Presiden. Kami akan terus kawal dan lanjutkan dalam menyukseskan gerakan nasional bangga buatan Indonesia,” tutur Benyamin.

BACA JUGA :  Harga Minyak Dunia Kembali Naik, Akibat Ancaman dari Arab Saudi?

Ia menegaskan, ke depan nanti komitmen akan terus diperkuat dengan mendorong produk-produk Tangsel untuk dimasukkan ke E-katalog, sehingga realisasi belanja dan jangkauan pasar bagi pelaku UKM maupun UMKM semakin luas.

Sementara itu, Kepala LKPP Hendrar Prihadi mengatakan pentingnga Inpres No.2 tahun 2022 untuk sama-sama membangun komitmen agar terus menggunakan produk dalam negeri dan produk UMK-Koperasi.

Ia berharap, belanja PDN mempercepat pembangunan dan pemerataan ekonomi serta menciptakan iklim tata kelola pengadaan barang/jasa pemerintah yang kondusif dan konstruktif.

“Target belanja APBN/APBD tahun 2022 untuk produk dalam negeri paling sedikit Rp 400 triliun. Adapun dengan belanja produk dalam negeri, senilai tersebut diperkirakan dapat menambah 1,7 persen sampai 2 persen pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Dan sampai di November tanggal 14, realisasi mencapai Rp 320,5 triliun,” ungkapnya. (BD)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini