Arief Poyuono Sebut 2023 Adalah Tahun Pengkhianatan, Jokowi Bakal Dikhianati Orang-Orang Dekatnya?

0
27
Mantan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono, menyebut tahun 2023 sebagai tahun pengkhianatan. Ia memprediksi Presiden Jokowi bakal dikhianati oleh orang-orang terdekatnya pada tahun 2023. Dan pengkhianatan itu bakal lebih dirasakan Jokowi menjelang Pemilu 2024. (foto: istimewa)

RADAR TANGSEL RATAS – Baru-baru ini beredar rumor bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) bakal dikhianati oleh orang-orang terdekatnya pada tahun 2023. Dan pengkhianatan itu bakal lebih dirasakan Jokowi menjelang Pemilu 2024. Hal itu disampaikan oleh mantan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono, dalam acara di Saluran YouTube Total Politik.

“Tahun 2023 itu adalah tahun pengkhianatan bagi Kang Mas Jokowi,” ujar Arief Poyuono seperti dikutip dari terkini.id, Sabtu (31/12/2022).

Pengkhianatan yang dimaksud Arief Poyuono adalah tidak loyalnya lagi para pembantu Jokowi di pemerintahan, khususnya mereka yang berasal dari partai politik.

“Nanti di injury time, itu terjadilah yang namanya pengkhianatan, artinya nggak manut lagi sama Pak Jokowi. Apalagi nanti sudah didaftarin ke KPU, nah udah, sudah nggak pada lagi loyal sama dia,” ungkapnya.

Menurut Arief Poyuono, nantinya para pembantu Jokowi akan membalikkan badan setelah mereka mempunyai kandidat capresnya masing-masing.

“Pada saat sudah ada capres-capresnya, di situlah bisa disebut sudah pemerintahan demisioner. Nggak mungkin lagi mereka akan loyal kepada Jokowi dan pilihan Jokowi belum tentu bisa terlaksana,” papar Arief Poyuono,.

BACA JUGA :  Edan! Habiskan Sekitar Rp 25 Miliar, "Buya Hamka" Jadi Film Berbiaya Termahal di Indonesia?

Arief Poyuono kemudian menyamakan prediksinya itu dengan teori “lame duck” alias “bebek lumpuh”. Maksud dari teori tersebut adalah pemerintah yang berkuasa tidak memiliki kewenangan lagi di negara yang dipimpinnya.

Selain itu Arief Poyuono juga mengingatkan agar Jokowi tidak mendengarkan nasihat orang-orang yang menginginkan masa jabatan presiden diperpanjang atau penundaan Pemil 2024.

“Orang yang ingin Pak Jokowi lanjut bukan lewat proses pemilu tapi perpanjangan jabatan, ini pengkhianatan terhadap dia. Sama aja mendemoralisasi dia di hadapan rakyat, untuk menampar, menabok, menjorokkan dia,” ucapnya.

“Jangan mengikuti tokoh-tokoh yang menginginkan dia diperpanjang, itu mau mengkhianati dia,” Arief Poyuono menambahkan. (BD)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini