Mantan TGUPP Anies Tuding Pj Heru Budi Sunat Anggaran JakWiFi, DPRD DKI Langsung Membantah

0
35
Program "Internet Untuk Semua" atau "JakWiFi" bagi masyarakat di DKI Jakarta diluncurkan oleh mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada bulan Agustus 2020 lalu. Program tersebut merupakan upaya penyediaan akses internet gratis yang menjangkau semua warganya, bahkan hingga ke permukiman padat penduduk. (foto: istimewa)

RADAR TANGSEL RATAS – Ketua Komisi A Bidang Pemerintahan DPRD DKI Jakarta Mujiyono angkat bicara soal tudingan dari mantan anggota Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) DKI era Anies Baswedan, Tatak Ujiyati, yang menyebut Penjabat Gubernur Heru Budi Hartono memotong anggaran JakWiFi. Ia membantah Pemprov bersama DPRD telah memangkas anggaran layanan internet gratis tersebut.

Dikutip dari Suara.com (3/1/2023), Mujiyono menyebut biaya untuk mengoperasikan JakWiFi masih tercantum dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI 2023. “Anggaran belanja rutin untuk program JakWIFI di APBD tahun 2023 ada. Itu tetap jalan,” ujar Mujiyono kepada wartawan, Selasa (3/1/2023).

Selain lewat APBD, kata Mujiyono, pembiayaan sebagian dari 10 ribu titik Jak WiFi juga dibiayai oleh perusahaan swasta dengan skema pembiayaan corporate social responsibility (CSR).

Untuk titik JakWiFi yang dibiayai Pemprov, kata Mujiyono, memang ada pemangkasan alokasi anggaran. Tapi, hal itu hanya membuat operasional seluruh layanan JakWiFi dipastikan berjalan selama tujuh bulan. Sementara untuk tiga bulan sisanya akan dianggarkan lagi lewat APBD Perubahan. Pemangkasan itu dilakukan karena adanya defisit dalam penyusunan APBD 2023.

BACA JUGA :  Tawuran Bukan Pesona Jakarta, Senator (Bang Dailami) Minta Jangan Sampai Terjadi Lagi

“Anggaran JakWIFI tahun 2023 ada untuk operasional 7 bulan. Dalam 7 bulan ke depan (layanan JakWIFI normal). Begitu nanti di APBD perubahan, di Juni atau Juli, masuk lagi anggarannya untuk sisa 5 bulan berikutnya,” tutur Mujiyono.

Karena itu, ia memastikan semua layanan JakWiFi akan berjalan selama 1 tahun ini. Untuk titik JakWiFi yang dibiayai CSR juga seharusnya tak ada masalah.

“Itu tanggung jawab perusahaan. Tapi, mungkin kalau ada (jaringan internet JakWIFI) yang lemot, mungkin kondisi (keuangan) perusahaan itu sedang kurang bagus, belum membayar biaya bulanannya,” pungkasnya.

Sebelumnya, Tatak Ujiyati menyebut Heru Budi Hartono mematikan layanan jaringan internet gratis atau JakWiFi di sejumlah lokasi. Program ini dibuat di era eks Gubernur Anies Baswedan. Hal ini disampaikan Tatak lewat akun media sosial Twitter miliknya, @tatakujiyati. Tatak membagikan gambar yang menunjukan narasi masyarakat diminta membeli kuota internet karena layanan JakWiFi sudah diputus.
“Waduh, kok gini amat ya? Layanan internet gratis di sebagian wilayah Jakarta dihentikan,” ujar Tatak dalam cuitannya, Senin (2/12/2022).

BACA JUGA :  Kemacetan di Jalur Puncak Bogor Berdampak Besar, Pelaku Usaha Minta Pemerintah Pusat Bangun Tol Cianjur

Ia pun menyebut penhapusan program itu karena Pemprov DKI dan DPRD DKI yang ada sekarang telah memotong anggarannya dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2022. (BD)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini