Korea Selatan Investasikan US$ 6,37 Miliar Atau Sekitar Rp 94 Triliun di IKN, Hadirkan 58 Ribu Pekerjaan

0
40
Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menyatakan bahwa Korea Selatan turut berinvestasi di IKN dengan total hingga US$ 6,37 miliar atau sekitar Rp 94 triliun, serta membuka sekitar 58 ribu pekerjaan. (foto: istimewa)

RADAR TANGSEL RATAS – Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menyambut positif 50 tahun hubungan antara Indonesia dan Korea Selatan. Hubungan ekonomi dan hubungan antar-masyarakat kedua negara dinilai terus bertumbuh.

“Hari ini, Indonesia dan Republik Korea lebih dari sekadar teman dekat. Kita juga mitra strategis khusus,” kata Menlu Retno Marsudi pada sebuah pesan video di acara Indonesia-Korea Morning Talk: Celebrating 50 Years of Friendship, Kamis (26/1/2023).

Dikutip dari Liputan6.com (26/1/2023), beberapa sektor yang disorot Menlu Retno terkait hubungan kedua negara adalah keamanan, maritim, investasi, hingga wisata.

Bahkan Menlu Retno juga menyorot investasi Korea Selatan di IKN. Ia mengungkap bahwa Republik Korea (Korea Selatan) turut berinvestasi hingga US$ 6,37 miliar atau sekitar Rp 94 triliun.
“Republik Korea juga terlibat dalam pembangunan ibu kota baru Nusantara dengan total investasi mencapai US$ 6,37 miliar, membuka hingga 58 ribu pekerjaan,” ujarnya.

Menlu Retno pun berharap Korsel turut memberikan dukungan kepada kepemimpinan Indonesia pada ASEAN Chairmanship 2023.

BACA JUGA :  Hercules Kembali Dicecar KPK Soal Aliran Duit Dalam Kasus Suap Hakim Agung

Lebih lanjut, Menlu Retno juga menyorot Indonesia-Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement (IK-CEPA) yang mulai bisa diimplementasikan pada tahun ini.

Duta Besar RI untuk Korea Selatan, Gandi Sulistiyanto, menargetkan volume perdagangan Indonesia-Korea Selatan meningkat tahun ini hingga 60 persen dengan didukung IK-CEPA. Asisten Deputi Strategis dan Kebijakan Percepatan Investasi Kemenkomarves RI, Ferry Akbar Pasaribu, juga berharap IK-CEPA tidak disia-siakan.

Berdasarkan informasi di situs Kementerian Perdagangan, IK-CEPA diluncurkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden Lee Myung Bak pada tahun 2012.

IK-CEPA resmi diimplementasikan pada Januari 2023. Perjanjian tersebut berpotensi menambah kerja sama di bidang di sektor industri, pertanian, perikanan, kehutanan serta menghadirkan aturan dan prosedur perdagangan yang fasilitatif, serta mendukung pergerakan orang perseorangan. (BD)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini