Jadi Sarang Jin Kuntilanak Karena Lama Kosong, Wisma Atlet Bakal Dikelola oleh Pemprov DKI?

0
32
Wisma Atlet sejak awal dibangun untuk memenuhi kebutuhan Asian Games 2018. Setelah event besar itu selesai, gedung ini digunakan sebagai Rumah Sakit Darurat COVID-19 sejak Maret 2020. Lalu, seiring terkendalinya kasus COVID-19, pada akhir Desember 2022, pemerintah menutup operasional gedung ini. (foto: istimewa)

RADAR TANGSEL RATAS – Beberapa waktu yang lalu, Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Ida Mahmudah mengusulkan agar Wisma Atlet dikelola Pemprov DKI. Ida memandang lebih baik diambil alih oleh Pemprov DKI daripada dibiarkan kosong selepas tak lagi difungsikan sebagai rumah sakit darurat COVID-19.

“Kita sudah berhasil yang di Pasar Rumput, nah sekarang tambah lagi Wisma Atlet, daripada mangkrak, lama kosong banyak kuntilanaknya, Pak! Serius. Karena dekat rumah saya. Saya tahu itu tempatnya kuntilanak,” ungkap Ida saat rapat kerja di Komisi B DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (1/2/2023).

Politikus PDIP itu lantas meminta agar DKI tak perlu merasa sungkan kepada pemerintah pusat. Sebab, kondisi serupa terjadi di Pasar Rumput, yang dibangun oleh Kementerian PUPR, namun dikelola oleh Pemprov DKI.

Jika usulan itu disetujui, Ida menyebut bisa saja sebagian lantai Wisma Atlet difungsikan sebagai rumah sakit. Sedangkan sisanya digunakan untuk hunian warga.

Dikutip dari Detik.com (4/2/2023), Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono menanggapi usulan tersebut dengan mengatakan bahwa Wisma Atlet merupakan aset Kementerian Sekretariat Negara (Setneg) sehingga kebijakan seputar wisma tersebut adalah wewenang instansi yang bersangkutan.

BACA JUGA :  Sebut Situasi Indonesia Semakin Genting, Tom Lembong Dorong Reformasi di Sektor Hukum

Heru lalu menjelaskan bahwa Wisma Atlet dibangun oleh Kementerian PUPR di lahan milik Kementerian Sekretariat Negara. Selama ini, Wisma Atlet bisa diperuntukkan berbagai hal, mulai dari wisma hingga rumah sakit.

Heru memandang perlu usulan tersebut perlu dikaji. Namun Heru menyerahkan keputusan pengelolaan Wisma Atlet kepada pemerintah pusat. “Saya ngikut kebijakan pemerintah pusat,” ujarnya baru-baru ini.

Wisma Atlet Kemayoran dibangun di lahan seluas 10 hektare dengan biaya sekitar Rp 3,4 triliun. Kompleks dengan 10 menara tersebut bisa menampung hingga 22.200 orang.

Seperti yang sudah diketahui, Wisma Atlet sejak awal dibangun untuk memenuhi kebutuhan Asian Games 2018. Setelah kompetisi olahraga itu selesai, ada rencana alih fungsi untuk menjadi rumah susun sewa, tapi kemudian gedung tersebut digunakan sebagai Rumah Sakit Darurat COVID-19 sejak Maret 2020.

Seiring terkendalinya kasus COVID-19, pemerintah pun secara resmi menutup operasional Wisma Atlet sebagai tempat perawatan COVID tepat pada akhir Desember 2022. (BD)

.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini