Paramitha PKS Hormati Perubahan Status PT PITS Jadi Perseroda, tapi BUMD Itu harus Dapat Naikkan PAD

0
21

RADAR TANGSEL RATAS — Sekretaris Fraksi PKS DPRD Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Paramitha Messayu sangat menghormati perubahan status
Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pembangunan Investasi Tangerang Selatan (PITS) dari Perseroan Terbatas (PT) menjadi Perusahaan Perseroan Daerah (Perseroda). Tapi, BUMD tersebut harus dapat menaikkan pendapatan asli daerah (PAD).

Paramitha sendiri menanggapi inisiasi Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan dalam mengajukan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan Badan Hukum PT PITS menjadi Perseroda tersebut dengan memberikan catatan penting. “Saya menghormati langkah Pemkot Tangsel melakukan perubahan badan hukum BUMD yang nantinya difokuskan pada usaha air minum daerah. Hanya, menurut saya, langkah perubahan tersebut harus cermat agar menghasilkan keputusan bersama yang lebih baik,” ujar Paramitha.

Dalam rilisnya yang dikirim ke redaksi Kantor Berita ratas.id RADAR TANGSEL, Selasa, 28 Februari 2023, Paramitha yang juga menjabat ketua Komisi 3 DPRD Kota Tangerang Selatan itu menandaskan, perubahan badan hukum PT PITS menjadi Perseroda yang akan fokus menggarap usaha air minum harus dilakukan dengan persiapan yang matang, transparan dan akuntabel. “Terlebih, Perseroda nantinya berencana mengambil alih pelanggan Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Kerja Raharja (TKR) milik Kabupaten Tangerang yang berada wilayah Kota Tangsel,” tukasnya.

BACA JUGA :  Warga Tangsel Setuju Pilpres 1 Putaran dan Ingin Bang Ocil Pimpin DPRD Lagi di 2024

Tentu, sambungnya, dibutuhkan perencanaan tahapan yang matang. “Tidak terburu-buru, serta memperhatikan berbagai konsekuensi dan implikasi-impikasinya, baik dalam hal manajemen maupun pengelolaan infrastrukturnya,” papar Paramitha.

Yang tidak kalah pentingnya lagi, sebutnya, adalah bagaimana perubahan badan usaha Perseroda yang khusus mengelola air minum ini dapat menghasilkan keuntungan menambah pendapatan asli daerah (PAD) Kota Tangerang Selatan. “Bisa diproyeksikan keuntungan Perseroda nantinya dari pengambilalihan pelanggan Perumdam yang sudah eksis, ditambah lagi dengan pengelolaan proyek nasional, yaitu SPAM Regional Karian Serpong dari Kementerian PUPR, itu mestinya dapat menambah perolehan PAD yang lebih tinggi daripada saat menjadi divisi pengelolaan air minum di bawah PT PITS,” tandasnya.

Nah, terkait dengan komposisi kepemilikan modal, dikatakan Paramitha, harus memperhatikan kondisi keuangan daerah dan potensi laba yang bisa didapatkan. “Dengan kepemilikan modal minimal 51% sebagaimana amanat PP, Nomor 54, Tahun 2017, saya berharap, Pemkot dapat merencanakan penyertaan modal dengan cermat,” cetusnya.

Terlebih, BUMD tersebut, selama ini, ungkap srikandi PKS itu , dianggap masih belum memiliki etos kerja yang baik, terlalu birokratis, inefisien, kurang memiliki orientasi pasar, tidak memiliki reputasi yang baik, profesionalisme yang rendah, dan lainnya. “Harapannya, Perseroda Tangsel nantinya bisa menepis anggapan tersebut dan menjadi lebih baik,” pungkasnya.

BACA JUGA :  Soal Wacana Revitalisasi Pasar Jombang, F-PSI Minta PT PITS Seriusi dan Konkretkan demi Kenyamanan Warga

Untuk diketahui, Pemerintah Kota Tangerang Selatan, saat ini, tengah mengajukan usulan perubahan badan hukum Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pembangunan Investasi Tangerang Selatan (PITS) dari Perseroan Terbatas (PT) menjadi Perusahaan Perseroan Daerah (Perseroda). Usulan perubahan badan tersebut disampaikan kepada DPRD Kota Tangerang Selatan melalui
rancangan peraturan daerah (raperda).

Menurut Walikota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie yang membacakan laporan perubahan itu dalam sidang paripurna DPRD, Kamis (23/2/2022), raperda tersebut diusulkan karena telah disetujui dewan dalam program pembentukan Raperda 2023 pada masa sidang ke-3. Menurut Benyamin, Bagian Perekonomian Pemkot Tangerang Selatan telah menyelesaikan materi naskah akademik dan raperda terkait sehingga penyampaian usulan raperda ini dimasukkan pada masa sidang pertama. (AGS)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini