Ubah Limbah Minyak Kelapa Sawit Jadi EBT, PT PGN Rangkul Tiga Perusahaan Asal Jepang

0
41
PT PGN bersama tiga perusahaan asal Jepang berkomitmen bakal beerja sama untuk mengubah limbah minyak kelapa sawit atau Palm Oil Mill Effluent (POME) menjadi bio energi, agar dapat menambah pasokan energi bersih secara berkelanjutan. (foto: istimewa)

RADAR TANGSEL RATAS – PT PGN Tbk sebagai Subholding Gas Pertamina menjalin kerja sama dengan tiga perusahaan gas dari Jepang. Ketiganya adalah Osaka Gas Co., Ltd (DAIGAS), JGC Holding Corporation (JGC), INPEX Corporation (INPEX) untuk proyek energi bersih biomethane.

Seperti yang dirilis Detik.com (8/3/2023), Dalam kerja sama ini, bio-methane bersumber dari limbah minyak kelapa sawit atau Palm Oil Mill Effluent (POME) milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN). Proyek ini menindaklanjuti kerjasama PT Pertamina (Persero) selaku Holding Migas dengan DAIGAS, JGC, dan INPEX dalam kajian bersama mengenai proyek energi bersih di Indonesia.

Selain itu, juga mewujudkan program Asia Zero Emission Community (AZEC) yang diumumkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida dalam rangkaian G20 pada 14 November 2022 di Bali.

Pemerintah Jepang menyatakan siap membantu Indonesia untuk mendukung proses transisi energi di Indonesia, sebagai bagian dari kerangka kerjasama AZEC.

Dalam penandatanganan kerjasama, PGN, DAIGAS, JGC, INPEX dan PTPN sepakat melakukan studi pengolahan menjadi biomethane POME atau biogas yang disupply dari PTPN. PTPN memiliki portofolio dalam bidang pengelolaan, pengolahan, dan pemasaran hasil perkebunan yang berfokus pada kelapa sawit dan karet.

BACA JUGA :  Jelang Anas Urbaningrum Bebas dari Lapas, Partai Demokrat dan PKN Saling Debat

“Pada proyek biomethane dari POME ini, PGN berpartisipasi mendukung hubungan G to G di negara-negara Asia untuk memastikan keamanan suplai dan keterjangkauan energi di masa transisi energi untuk mencapai target karbon netral. Sejalan dengan kesiapan PGN untuk mengembangkan biomethane yang pemanfaatannya setara dengan gas bumi bagi berbagai sektor,” ujar Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN Heru Setiawan, dalam keterangan tertulis, Rabu (7/3/2023).

Heru juga menyatakan kesiapan distribusi biomethane yang dapat menggunakan jaringan pipa maupun non pipa gas bumi PGN Group. Kerjasama ini akan sangat membantu dalam akselerasi pengembangan Biomethane di Indonesia.

Dengan portofolio PTPN dalam pengolahan minyak kelapa sawit, kajian dapat diperdalam pada pabrik kelapa sawit dan pabrik pengolahan POME, sebagaimana yang diperlukan untuk fasilitas produksi Bio-CNG turunan POME dan pembuatan kredit karbon atau biosertifikat.

Melalui kerjasama ini, akan dilakukan pengukuran terhadap Chemical Oxygen (COD) POME dari pabrik minyak kelapa sawit untuk memperhitungkan risiko penurunan produksi bio-metana tahunan, sehingga dapat diantisipasi.

PGN juga membuka peluang untuk bekerjasama dengan badan usaha lain yang bergerak di pengolahan kelapa sawit untuk meningkatkan kapasitas produksi yang dibutuhkan pasar.

BACA JUGA :  Fahri Hamzah Sebut Kondisi Koalisi Saat Ini Gaduh dan Mengganggu, PKS: Kini Memang Saatnya 'Kencan Politik'

Biomethane sebagai salah satu energi terbarukan ramah lingkungan, dapat menggantikan bahan bakar minyak yang berasal dari fosil. Limbah pabrik kelapa sawit atau POME mengandung bahan yang menghasilkan emisi metana cukup tinggi.

“Maka PGN bersama mitra berkomitmen mengoptimalkan kerjasama ini untuk mengubah POME menjadi bio energi, agar dapat menambah pasokan energi bersih secara berkelanjutan,” tutur Heru. (BD)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini