Kembali Menggeliat, Angka Ekspor Indonesia pada Maret 2023 Capai US$ 23,50 Miliar

0
43
Menurut BPS, negara tujuan ekspor nonmigas Maret 2023 terbesar adalah Tiongkok, yaitu US$ 5,67 miliar, kemudian Amerika Serikat US$1,97 miliar, dan Jepang US$ 1,78 miliar. Kontrobusi ketiganya mencapai 42,51 persen. (foto: istimewa)

RADAR TANGSEL RATAS – Badan Pusat Statistik (BPS) merilis nilai ekspor Indonesia Maret 2023 mencapai US$ 23,50 miliar atau naik 9,89 persen dibanding ekspor Februari 2023. Tapi bila dibandingkan dengan Maret 2022, nilai ekspor turun sebesar 11,33 persen.

Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS Imam Machdi saat konferensi pers Senin (17/4/2023) mengatakan ekspor nonmigas Maret 2023 mencapai US$ 22,16 miliar, naik 9,71 persen dibanding Februari 2023.

“Sementara itu turun 11,70 persen jika dibanding ekspor nonmigas Maret 2022. Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia Januari–Maret 2023 mencapai US$ 67,20 miliar atau naik 1,60 persen dibanding periode yang sama pada 2022,” kata Imam, dikutip dari InfoPublik.id (17/4/2023).

Lebih lanjut, ekspor nonmigas mencapai US$ 63,19 miliar atau naik 0,55 persen. Peningkatan terbesar ekspor nonmigas Maret 2023 terhadap Februari 2023 terjadi pada komoditas bahan bakar mineral sebesar US$ 568,8 juta (14,29 persen).

Sedangkan penurunan terbesar terjadi pada lemak dan minyak hewani/nabati sebesar US$ 260,0 juta (10,53 persen). Menurut sektor, kata Imam ekspor nonmigas hasil industri pengolahan Januari–Maret 2023 turun 5,40 persen dibanding 2022.

BACA JUGA :  Waketum PKB Sebut Kemungkinan Hanya Ada Dua Poros di Pilpres 2024, Pengamat Politik Angkat Suara

“Begitu juga ekspor hasil pertanian, kehutanan, dan perikanan turun 5,69 persen, sedangkan ekspor hasil tambang dan lainnya naik 28,10 persen,” kata Imam.

Menurut Imam, negara tujuan ekspor nonmigas Maret 2023 terbesar adalah Tiongkok yaitu US$ 5,67 miliar, kemudian Amerika Serikat US$1,97 miliar, dan Jepang US$ 1,78 miliar. Kontrobusi ketiganya mencapai 42,51 persen.

“Sedangkan ekspor ke ASEAN dan Uni Eropa (27 negara) masing-masing sebesar US$ 4,09 miliar dan US$1,53 miliar,” ungkap Imam.

“Menurut provinsi asal barang, ekspor Indonesia terbesar pada Januari–Maret 2023 berasal dari Jawa Barat dengan nilai US$ 9,19 miliar (13,68 persen), diikuti Kalimantan Timur US$ 7,95 miliar (11,83 persen) dan Jawa Timur US$ 6,31 miliar (9,38 persen). (BD)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini