Airlangga dan Zulhas Berduet, Pengamat: Itu Taktik Untuk Mendulang Suara di Pemilu

0
11
Golkar dan PAN tidak terlalu memikirkan potensi kemenangan duet Airlangga-Zulhas. Pasalnya hal terpenting yang mereka tuju adalah mendulang suara untuk partai. (foto: istimewa)

RADAR TANGSEL RATAS – Partai Golkar dan PAN membuka opsi poros keempat dengan menghadirkan duet ketua umum masing-masing, yakni Airlangga Hartarto dan Zulkifli Hasan alias Zulhas.

Menurut Direktur Eksekutif ALGORITMA Aditya Perdana menilai opsi tersebut merupakan bagian dari Golkar dan PAN untuk mendulang suara bagi partai pada Pemilu mendatang. Baik Golkar dan PAN berharap ada efek ekor jas dari pengusungan ketua umum menjadi capres dan cawapres.

“Ini strategi untuk mendulang suara bagi partainya karena Pileg dan Pilpres bareng, memang ada dampak suara partai dan capres yang diusungnya,” kata Aditya kepada wartawan, Kamis (29/6/2023).

Aditya menuturkan, Golkar dan PAN tidak terlalu memikirkan potensi kemenangan duet Airlangga-Zulhas. Pasalnya hal terpenting yang mereka tuju adalah mendulang suara untuk partai.

“Nah, apakah menang atau kalah mereka tidak terlalu memilkirkan. Mungkin strategi di tahap kedua baru secara lebih pasti dan serius bisa beralih dukungan,” kata Aditya

Partai Golkar mengaku masih terus membicarakan peluang duet antara Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dengan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan.

BACA JUGA :  Perppu Ciptaker Disahkan Jadi UU, Denny Indrayana: Presiden dan DPR Berjamaah Langgar UUD!

Sekretaris Jenderal Partai Golkar Lodewijk F. Paulus mengatakan potensi duet itu kini terus dibicarakan. Tetapi ia belum mengatakan kepastian terkait potensi duet tersebut.

“Lah itu lah yang sedang terus dibicarakan antara ketiga ketua umum ini. Kan pulang dari Amerika kan ramai kan. Nah itu kita tunggu aja,” kata Lodewijk di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta Barat, Kamis (29/6/2023).

Sebelumnya, Lodewijk menegaskan terkait posisi Golkar. Ia mengatakan Golkar tetap berada di Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) bersama PPP dan PAN. Kata dia, ketiga ketua umum masih sering bertemu dan silaturahmi politik di KIB tetap berlanjut.

“Sementara kita masih dengan KIB. KIB kan ada Partai Golkar, ada Partai Persatuan Pembangunan, dan ada Partai Amanat Nasional. Kita masih bertiga kok,” kata Lodewijk.

Partai Amanat Nasional atau PAN hingga kini masing menimbang-nimbag arah dukungan ke calon presiden tertentu antara Ganjar Pramowo atau Prabowo Subianto.

Tapi di luar nama dua capres tersebut, PAN menghadirkan opsi baru untuk mengusung Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto sebagai calon presiden dengan pendampingnya Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan sebagai cawapres.

BACA JUGA :  Demi Ciptakan Kota yang Cerdas dan Berkelanjutan, Otorita IKN Pertimbangkan Penerapan Smart Lighting

“Ya saya melihatnya begini, bisa salah satu opsi misalnya ke Pak Ganjar, ke Pak Prabowo. Tapi bisa juga opsi yang kemarin kita sampaikan ke publik, Airlangga-Zulhas bisa juga,” kata Sekjen PAN Eddy Soeparno kepada wartawan, Minggu (28/5/2023).

Menurut Eddy tidak ada yang salah dari wacama duet Airlangga-Zulhas. Ia berpandangan partai politik memiliki kewajiban untuk melahirkan kader menjadi pemimpin. Duet Airlangga-Zulhas tentu menjadi cerminan dari kewajihan itu, di mana keduanya merupakan kader terbaik di Golkar maupun PAN.

“Bagi sebuah partai, kalau memang putra terbaiknya bisa maju di dalam Pilpres itu merupakan kebanggaan tersendiri. Mesin partai bisa bekerja optimal, caleg-caleg akan bekerja maksimal untuk itu,” tutur Eddy.

“Jadi saya berharap memang kalau dilihat dari kondisi paling ideal ya kader yang maju, kalau di PAN namanya Zulhas, kalau di Golkar namanya AH (Airlangga Hartarto),” sambung Eddy.

Sementara itu, Waketum Golkar Ahmad Doli Kurnia melihat situasi ke depan masih dinamis. Termasuk terbukanya Pilpres diikuti empat poros.

Menurut dia, kehadiran poros keempat tentu bisa membuka peluang mencapreskan Airlangga lebih besar. Golkar sendiri saat ini masih terbuka melakukan komunikasi dengan partai politik manapun.

BACA JUGA :  Antisipasi Gempa, BNPB Sarankan Desain Gedung Pemerintahan di Jakarta Harus Tahan Gempa 7 SR

“Dengan posisi kami pemenang pemilu kedua tahun 2019, itu memang sangat dimungkinkan. Misalnya dengan urutan yang ke bawah, sama Gerindra cukup, sama NasDem, PKB cukup, Demokrat cukup, PKS juga cukup, dengan PAN juga cukup, apalagi dengan PDIP ke atas makin cukup lagi,” kata Doli.

Berdarkan hal itu, diakui Doli, Golkar saat ini membuka peluang untuk penjajakan dengan PAN guna mendukung duet Airlangga-Zulhas. Bahkan dalam waktu dekat keduanya akan bertemu.

“Ya ini sekarang yang sedang kita jajakin berbagai kemungkinan termasuk soal itu. Kan hari ini Pak Airlangga dan Pak Zul sedang di Amerika dan memang pulang dari sana akan ada pertemuan lagi antara pimpinan Golkar dan PAN,” ujar Doli. (ARH)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini