Waduh! Blok G Pasar Tanah Abang Disebut Jadi Tempat Transaksi Narkoba, Polisi Langsung Kerahkan Tim

0
9
Pasar Tanah Abang adalah pusat grosir tekstil terbesar di Asia Tenggara. Kejayaan Pasar Tanah Abang terjalin dalam sejarah panjang, bahkan sejak masa kolonial Belanda. Kini Pasar tanah Abang terbagi menjadi tiga wilayah, Tanah Abang Metro, Tanah Abang Lama, dan Tanah Abang AURI. (foto: istimewa)

RADAR TANGSEL RATAS – Polisi langsung mengecek Blok G Pasar Tanah Abang usai tersebar informasi bahwa tempat perbelanjaan tersebut dipakai orang untuk memakai dan mengedarkan narkoba. Kabar itu pertama kali diembuskan oleh seorang pedagang yang berinisial DT.

Menurut Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Komarudin, pihaknya langsung merespons kabar tersebut. Tim pun dikerahkan mengecek informasi yang beredar. Sejauh ini, belum ditemukan adanya orang yang dicurigai berbuat tindak pidana.

“Begitu dapat informasi langsung, kemarin kita turunkan tim ke sana. Belum ditemukan adanya orang-orang di tempat tersebut,” kata Komarudin dalam keterangnanya kepada wartawan, Jumat (7/7/2023).

Komarudin menerangkan, pihaknya akan menggandeng sekuriti dan pengelola Pasar Tanah Abang untuk turut mengawasi kios-kios yang kosong demi mencegah terjadinya tindak pidana.

“Sehingga tempat yang kosong tidak disalahgunakan. Kita libatkan pengelola untuk mengawasi juga. Kita sendiri telah dua malam turunkan tim, tapi belum kelihatan orang-orang yang disebutkan tadi,” ujar dia.

Sebelumnya, DT mengatakan pedagang sudah berulangkali mengajukan usul agar ada pembenahan di Blok G. Menurut dia, saat ini kondisi gedung terbilang sudah tua. “Kondisi di blok G, saya rasa lantai 1 dan 2 sudah acak-acakan,” ujar dia kepada wartawan seperti dikutip, Jumat (7/7/2023).

BACA JUGA :  Slamet Terbukti Rekayasa Kasus Meratus vs Bahana di Fakta Persidangan

DT mengatakan, banyak copet yang berkeliaran di lantai atas Blok G. Tiap tengah malam, selalu ada aktivitas di sana. “Ada tiga lantai. Lantai 4 mesjid. Yang dipakai lantai 1. Iya dua lantai kosong. Iya (di sana banyak copet, orang nggak benar),” ujar dia.

Bahkan, menurut DT, ada pula yang menjual obat-obatan psikotropika secara terang-terangan. Itu bisa dilihat di pinggir jalan mau ke arah Blok G.

“Pada dagang obat, sampai di pinggir jalan, haduh sudah kayak dagang kambing, jual dari pagi (tramadol), terang terangan dia nawarinnya, perempuan sama laki-laki,” ujar dia. (ARH)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini