Mobil Listrik Made-in China ‘Merajai’ Dunia, Jadi Saingan Terberat Tesla

0
47
China telah mengembangkan mobil listrik sejak 14 tahun lalu, saat belum banyak pabrikan yang bermain di segmen elektrifikasi. Karena itulah kini pabrikan China menjadi penguasa mobil listrik global. (foto: istimewa)

RADAR TANGSEL RATAS – China merupakan kategori negara dengan populasi mobil listrik terbanyak, mencapai 60-70% dari pangsa kendaraan listrik di dunia. Capaian tersebut tentunya menjadikan China sebagai posisi paling pertama dalam urusan pengembangan mobil listrik.

Ada banyak merek China yang telah menghadirkan mobil listrik sarat fitur, seperti BYD, NIO, Byton, Zeekr dan masih banyak lagi merek lainnya. Bahkan, khusus untuk merek BYD, angka penjualan globalnya cukup mengagumkan.

Fenomena cemerlangnya angka penjualan mobil listrik merek BYD pun membuat Elon Musk terpana. Dalam sebuah konferensi yang digelar pada 25 Januari lalu dengan analis keuangan, Elon mengungkapkan rasa kagumnya terhadap produsen mobil asal China tersebut. Terlebih, angka penjualan Tesla tahun lalu kalah dibanding BYD.

“Kami sangat menghormati perusahaan mobil di China. Mereka bekerja paling keras dan mereka bekerja paling cerdas,” ungkap Elon saat itu.

Di kesempatan yang sama, Elon juga tanpa ragu mengatakan hanya mobil listrik buatan China yang mampu mengimbangi Tesla. Bahkan, menjadi pesaing terberat.

BACA JUGA :  PKS Janjikan Ibu Kota Negara Tetap Jakarta Jika Menang di Pemilu 2024, Gibran dan Ganjar Buka Suara

Tak bisa dibantah, di Indonesia sendiri, penjualan mobil listrik juga masih didominasi merek asal China, yakni Wuling. Tahun lalu, 8 ribuan dari 10 ribuan unit mobil listrik yang terjual di Indonesia disumbang Wuling Air ev.

Menurut pengamat otomotif senior sekaligus pakar desain produk di Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Pasaribu, pabrikan China saat ini telah menjadi penguasa mobil listrik global. Yannes melihat ada dua hal menjadi modal utama mereka, yakni teknologi canggih dan harga yang terjangkau.

“Ya, kalau bicara itu (peluang jadi raja mobil listrik), saya rasa sekarang sudah. Kalau kita lihat, negara yang paling kuat dan maju industri baterainya, saat ini mungkin China,” ujar Yannes, dikutip dari detik.com (22/7/2023).

Lebih lanjut, Yannes menjelaskan bahwa China telah mengembangkan mobil listrik sejak 14 tahun lalu. Waktu itu, belum banyak pabrikan yang bermain di segmen elektrifikasi. Karena itulah, kata yannes, mereka kini menguasai pasar mobil listrik.

“Jadi kalau kita lihat, negara yang paling maju ekosistem kendaraan listriknya di dunia itu China. Mereka bahkan udah mulai lepas landas mengembangkan EV sejak tahun 2009 lalu. Negara lain belum apa-apa pada tahun itu. Sekarang, di China sudah ada 20 juta lebih kendaraan listrik,” ujarnya.

BACA JUGA :  Bareskrim Berhasil Ungkap Jaringan Narkoba Jerman-Malaysia-Indonesia, 25 Tersangka Ditangkap

Yannes lalu menuturkan, di pasar kendaraan listrik dunia, ada tiga negara yang saat ini menjadi penguasa, yakni Amerika Serikat, Korea Selatan, dan yang terakhir, China.

“Sebagai negara, China mampu mengembangkan sistem manufaktur yang sangat sangat efisien. Itulah alasan utama mengapa kendaraan yang mereka produksi harganya bisa kompetitif,” tutur Yannes. (ARH)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini