Kena Batunya! Kepsek Arogan yang Pecat Guru Honorer Pelapor Pungli di SD Bogor Kini Diberhentikan dan Diproses Hukum

0
42
SD Negeri Cibereum 1 berlokasi di Jl. Raya Cibeureum No.12 RT.3/RW.03, Mulyaharja, Kec. Kota Bogor Selatan, Kota Bogor, Jawa Barat. (foto: istimewa)

RADAR TANGSEL RATAS – Tindakan memecat guru honorer yang melaporkan pungli PPDB di SD Negeri Cibereum 1 Kota Bogor berbuntut panjang. Kini, Kepala Sekolah yang mulanya memecat guru pelapor pungli itu justru dipecat oleh Wali Kota Bogor Bima Arya.

Kasus ini bermula saat Mohamad Reza Ernanda, guru honorer di SD Negeri Cibeureum 1 Kota Bogor, dipecat setelah dirinya melaporkan dugaan pungli di sekolah tersebut kepada Inspektorat Kota Bogor. Pemecatan terhadap Reza pun menuai protes dari para orang tua murid.

“Per hari Selasa kemarin, tanggal 12 September 2023, secara tiba tiba, secara sepihak tanpa ada peringatan, tanpa ada teguran, tanpa ada musyawarah atau diskusi apa pun, tiba tiba saya diberhentikan,” ungkap Reza kepada wartawan, Rabu (13/9/2023).

Pemecatan itu, kata Reza, dilakukan oleh Kepala Sekolah Novi Yeni. Reza mengaku dipecat karena dianggap tidak patuh kepada pimpinan lantaran melaporkan dugaan pungli.

“Saya tidak merasa poin (tuduhan) itu, boleh ditanyakan kepada orang tua, kepada murid, ataupun kepada guru lain di lapangan seperti apa silakan ditanyakan,” kata Reza. “Dituduhnya itu saya yang melaporkan perihal pungli PPDB yang terjadi di sekolah SDN Cibeureum 1 Kota Bogor,” Reza melanjutkan.

BACA JUGA :  Catat! Indonesia Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Dunia Panjat Tebing, 22-24 September 2022 di Jakarta

Tak mau berpangku tangan, Wali Kota Bogor Bima Arya pun mendatangi SD Negeri Cibereum 1 pada hari Rabu (13/9/2023). Kedatangan Bima Arya disambut riuh orang tua murid yang memang tengah memprotes keputusan pemecatan terhadap Reza.

Para orang tua murid meminta Bima Arya membatalkan pemecatan itu. Mereka menyebut Reza sebagai guru yang baik. “Pak tolong, Pak, dibantu. Pak Reza guru baik,” tutur seorang ibu kepada Bima.

Bima juga sempat mendatangi ruang guru dan berbicara dengan Reza. Bima kemudian masuk ke ruang Kepala SD Negeri Cibereum 1, untuk menemui Novi Yeni.

“Ternyata pemberhentian Pak Reza ini mendapatkan reaksi dari guru-guru yang lain dan juga anak-anak. Jadi saya ke sini karena ingin mendengar langsung dari Pak Reza dan Ibu Kepala Sekolah,” ungkap Bima Arya.

Selain itu, Bima juga mengaku telah menelusuri soal benar tidaknya Reza sebagai pelapor dugaan pungli. “Nggak ada. Pak Reza dikatakan oleh kepala sekolah tidak loyal, tapi saya kira bukan itu ukuran loyalitas, ini subjektivitas saja. Dibilang membocorkan, saya kira tidak juga. Saya telusuri tidak (membocorkan). Ini persoalan yang harusnya terselesaikan kalau komunikasinya baik,” kata Bima.

BACA JUGA :  Hercules Kembali Dicecar KPK Soal Aliran Duit Dalam Kasus Suap Hakim Agung

Alhasil, justru Kepala Sekolah SDN Cibereum 1 Bogor yang kena dampaknya. Usai didatangi Bima Arya, Novi Yeni diperiksa oleh Inspektorat dan kabarnya langsung menerima surat pemecatan.

“Kepala sekolah sendiri sudah di-BAP oleh Inspektorat dan terbukti telah melakukan gratifikasi. Jadi diberikan sanksi untuk bergeser, diberhentikan sebagai kepala sekolah dan nanti akan ditetapkan sanksinya seperti apa,” tutur Bima di SD Negeri Cibereum 1 Kota Bogor.

“Kepala sekolah itu harus mengayomi. Kepala sekolah itu harus betul-betul menjadikannya pengabdian, harus bersama-sama guru, fokus kepada pendidikan,” Bima menambahkan.

Lebih lanjut, Bima menjelaskan bahwa surat pemberhentian Novi Yeni sudah disampaikan sejak Selasa (12/9/2023). Pengganti Novi segera dilantik agar proses belajar-mengajar tidak terganggu. “Suratnya (surat pemecatan) sudah dilayangkan kemarin,” kata Bima.

Sementara soal nasib Reza, guru honorer itu kini kembali diizinkan mengajar di SD Negeri Cibereum 1 Kota Bogor. “Tadi saya lakukan mediasi, akhirnya disepakati oleh kepala sekolah untuk menerima keputusan wali kota terkait pemberhentian beliau dan juga membatalkan keputusan kepala sekolah untuk memberhentikan Pak Reza. Jadi Pak Reza bisa langsung mengajar,” papar Bima. (ARH)

BACA JUGA :  Miris! Jumlah Perokok di Indonesia Naik 8,8 Juta Orang dalam 10 Tahun Terakhir

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini