Belum Tentukan Arah Dukungan, PA 212 Siapkan Ijtima Ulama Untuk Ambil Keputusan Pilpres 2024

0
14
PA 212 atau Presidium Alumni 212 berisikan orang-orang yang mengikuti Aksi Bela Islam pada 2 Desember 2016. Para alumni dari aksi 212 ini juga telah melakukan banyak aksi setelah peristiwa 2 Desember 2016. (foto: istimewa)

RADAR TANGSEL RATAS – Gerakan Nasional Pembela Fatwa (GNPF) Ulama, PA 212, hingga Front Persaudaraan Islam (FPI) dikabarkan menutup pintu dukungan untuk bacapres Prabowo Subianto pada Pilpres 2024. Meski demikian, hingga saat ini, mereka belum mendukung calon presiden (capres) mana pun.

Menurut Sekretaris Majelis Syuro PA 212 Slamet Maarif, pihaknya tengah menyiapkan ijtima ulama untuk mengambil keputusan. “Kita belum memutuskan akan mendukung capres yang mana, kita sedang siapkan ijtima ulama untuk ambil keputusan. Kita juga sedang intens komunikasi dengan IB HRS (Imam Besar Habib Rizieq Shihab) terkait Pilpres 2024,” ungkap Slamet kepada wartawan, Minggu (24/9/2023).

Selain itu, Slamet juga menuturkan bahwa pihaknya belum tentu mendukung Anies Baswedan, Prabowo Subianto, maupun Ganjar Pranowo. Dia menyebut Pilkada DKI dan Pilpres 2019 akan menjadi catatan untuk menentukan pilihan di Pilpres 2024.

“Kita masih terus mengamati dan mencermati situasi politik yang ada. Kita belum tentu dukung Anies, belum tentu dukung Prabowo atau pun Ganjar. Yang jelas pilkada DKI dan Pilpres 2019 akan jadi pelajaran dan catatan di Pilpres 2024 ini,” paparnya.

BACA JUGA :  Akibat Naiknya Harga BBM, Pasar Pertamina Bakal Direbut Shell dan Vivo

Sebelumnya, Ketua Majelis Syuro Persaudaraan Alumni 212 atau PA 212 Yusuf Martak angkat suara terkait dukungan yang akan diberikan PA 212, Front Persaudaraan Islam, hingga GNPF Ulama di 2024. Yusuf menegaskan tidak akan lagi mendukung Prabowo.

“Pengalaman 2019 mungkin karena pilihan saat itu mengarah pada salah satu calon, yang akhirnya calon tersebut setelah didukung habis-habisan tanpa biaya, kita juga tak pernah ajukan, saya ditawari pun ditolak, itu umat yang berjuang begitu kuat sejak 8-9 bulan, para ulama, habaib, emak-emak akhirnya ditinggal begitu saja,” ungkap Yusuf kepada wartawan, Rabu (20/9/2023).

Menurut Yusuf, pihaknya tidak mempersoalkan Prabowo yang akhirnya beralih dan bergabung ke pemerintahan. Ia hanya mempermasalahkan tidak adanya respons Prabowo terkait persoalan yang dihadapi pihaknya setelah itu.

Karena itulah, Yusuf menegaskan pihaknya tidak mau lagi memberikan dukungan kepada Prabowo. Dia memastikan dukungan tertutup untuk Prabowo di 2024.

“Nampaknya (tertutup dukungan ke Prabowo) insya Allah begitu. Insya Allah nampaknya begitu. Mudah-mudahan. Iya (tidak akan dukung). Karena pengalaman kita terlantar dimana-mana,” ujarnya.

BACA JUGA :  Bantah Anggapan Bahwa Mentan SYL Kabur ke Luar Negeri, Wamentan: Kita Doakan Semoga Cepat Selesai

“Ya saya berprinsip kita sebagai manusia tak boleh masuk lobang yang sama dua kali. Yang boleh kecebur lobang 2 kali itu hanya keledai,” Yusuf menambahkan. (ARH)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini