Bantah Anggapan Bahwa Mentan SYL Kabur ke Luar Negeri, Wamentan: Kita Doakan Semoga Cepat Selesai

0
65
Wakil Menteri Pertanian Harvick Hasnul Qolbi mengaku terakhir kali bertemu dengan Syahrul Yasin Limpo (SYL) adalah saat melakukan kunjungan kerja bareng ke Spanyol dan Italia. Setelah kembali ke Indonesia, Harvick mengaku belum mendapatkan kabar sedikitpun dari SYL. (foto: istimewa)

RADAR TANGSEL RATAS – Wakil Menteri Pertanian Harvick Hasnul Qolbi hadir di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat. Dia menghadiri rapat terbatas soal penanganan dampak siklus cuaca El Nino.

Kehadiran Harvick di rapat terbatas itu adalah sebagai pengganti Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo yang seharusnya hadir. Tapi, seperti yang diketahui bersama, saat ini Syahrul sedang tersandung kasus korupsi yang diusut oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Lantas ketika dikonfirmasi soal keberadaan Syahrul usai melakukan rapat terbatas, Harvick mengaku tidak tahu-menahu. Dia menuturkan belum mendapatkan kabar dari Syahrul.

“Sampai hari ini kita masih mencari keberadaan Pak Menteri. Sampai detik ini belum ada kabar keberadaan Pak Menteri,” ungkap Harvick kepada wartawan, Selasa (3/10/2023).

Harvick lalu membantah anggapan bahwa SYL kabur ke luar negeri terkait proses hukum di KPK. Wamentan meminta semua pihak berdoa bersama. “Wah insyaallah sih nggak kabur ya. Mudah-mudahan kita doakan bersama-sama agar bisa selesai. Insya Allah,” tutur Harvick.

Harvick lalu menjelaskan bahwa dirinya terakhir kali bertemu dengan Syahrul adalah saat melakukan kunjungan kerja ke Spanyol dan Italia. Setelah kembali ke Indonesia, Harvick mengaku belum mendapatkan kabar sedikitpun dari Syahrul. “Belum ada kontak sama sekali,” ujar Harvick.

BACA JUGA :  Terkena Serangan Jantung, Ketua Dewan Pers (Azyumardi Azra) Meninggal Dunia

Lantas, perihal posisi Menteri Pertanian yang saat ini kosong, Harvick menyebut dirinya mendapat arahan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menjalankan tugas pokok dan fungsi menteri untuk sementara.

“Tentu secara organisasi Pak Presiden mengarahkan kita agar tupoksi berjalan sesuai dengan tugas masing-masing. Utamanya teknis di 5 Ditjen, 4 Badan, 1 Sekjen, dan 1 Itjen harus tetap berjalan tak boleh berhenti. Karena bagian dari pelayanan masyarakat,” ungkap Harvick.

Dengan demikian, kata Harvick, karena dirinya merupakan pejabat yang “satu kotak” dengan Menteri Pertanian dan sama-sama dilantik presiden, tentunya tugas-tugas, apalagi yang bersifat policy dan kebijakan keputusan strategis, tentu harus terus dijalankan. (ARH)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini