Pemerintah Berencana Bangun Infrastruktur LRT di Bali, Kepala Bappenas: Ditargetkan Kelar 2027

0
30
LRT di Bali ditargetkan membentang sepanjang 20 kilometer dari Bandara I Gusti Ngurah Rai hingga wilayah Cemagi, Badung. Groundbreaking proyek ini direncanakan dimulai tahun 2024 dengan target kelar tahun 2027. (foto: istimewa)

RADAR TANGSEL RATAS – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Kepala Bappenas) Suharso Monoarfa menyatakan groundbreaking proyek LRT Bali dimulai pada tahun 2024 nanti. Penyelesaiannya ditargetkan bisa kelar dalam tiga tahun.

“Mudah-mudahan bisa tahun depan (groundbreaking), kita berharap tahun depan. (Kisaran jadinya) ya mungkin tiga tahunan ya, (2027) iya,” ungkap Suharso di kantornya, Jakarta Pusat, Senin (9/10/2023).

Menurut Suharso, untuk sumber pembiayaan proyek tersebut, pihaknya mengusulkan agar PT KAI (Persero) menggunakan pinjaman dalam negeri (PDN), serta menjalin kerja sama antarswasta, BUMN, dan BUMD. Tapi sejauh ini, kata dia, belum ada investor asing yang masuk.

“Proyeksi biaya sedang berproses, angkanya sudah ada cuma saya nggak mau sampaikan dulu sekarang. Kan per km ini berapa, ada yang di bawah tanah, ada yang di tanah, pasti harganya berbeda, mereka belum selesai sampaikan pada kami,” papar Suharso.

Rencananya, LRT Bali ditargetkan membentang sepanjang 20 kilometer (km) dari Bandara I Gusti Ngurah Rai sampai ke wilayah Cemagi, Badung. Hal ini untuk mendorong masyarakat Bali, termasuk wisatawan, menggunakan transportasi publik guna mengurangi kemacetan.

BACA JUGA :  Xi Jinping Disebut Sebagai Diktator, Kemenlu China: Pernyataan Itu Sangat Konyol!

“Jadi public transport-nya yang kita dorong. Termasuk untuk menurunkan emisi,” tutur Suharso.

Jauh hari sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Pertanahan, Infrastruktur, dan Transportasi Korea Selatan (Korsel) Hee-Ryong Won. Dalam pertemuan tersebut, pengembangan perkeretaapian di Indonesia menjadi salah satu pembahasan.

Menurut Budi Karya, dalam pertemuan itu pihak Korsel memaparkan perkembangan sejumlah proyek perkeretaapian yang dikerjasamakan. Salah satunya rencana menggarap studi kelayakan atau feasibility study pembangunan LRT Bali.

“Salah satunya terkait rencana Studi Kelayakan atau Feasibility Study yang akan dilakukan untuk proyek pembangunan LRT di Bali,” kata Budi Karya dalam keterangannya, Rabu (31/5/2023). (ARH)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini