Disebut Berubah ‘Warna’ dari Merah Menjadi Kuning oleh Sekjen PDIP, Gibran Angkat Bicara

0
125
Gibran Rakabuming Raka menepis soal anggapan dirinya berubah warna menjadi warna kuning. Ia kembali menegaskan sudah meminta izin kepada Ketua DPP PDIP Puan Maharani untuk menjadi cawapres bagi Prabowo. (foto: istimewa)

RADAR TANGSEL RATAS – Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyinggung bakal cawapres Koalisi Indonesia Maju, Gibran Rakabuming Raka, yang semula warnanya merah berubah jadi kuning. Gibran pun menepis soal anggapan dirinya menjadi warna kuning.

“Emangnya aku kuning? Nggak,” kata Gibran kepada wartawan di Balai Kota Solo, Senin (30/10/2023). Respons tersebut disampaikan Gibran saat wartawan di Balai kota Solo menanyakan tanggapannya soal pernyataan Hasto tersebut.

Sayangnya, Gibran enggan menjelaskan lebih lanjut mengenai statusnya di PDIP. Dia lalu kembali menegaskan sudah minta izin kepada Ketua DPP PDIP Puan Maharani sebelum resmi menjadi cawapres pendamping Prabowo Subianto.

“Kan saya sudah bilang, dua minggu yang lalu saya sudah bertemu dengan Mbak Puan dan Pak Arsjad,” tutur Gibran.

Seperti diketahui bersama, Hasto Kristiyanto menanggapi ‘manuver’ Gibran Rakabuming Raka yang resmi menjadi cawapres Prabowo Subianto. Gibran disebut sudah pamit kwpada Puan Maharani. Bahkan Hasto menyinggung soal warna merah dan kuning.

“PDIP ini kan dari rakyat, di atas PDIP ada rakyat. Kalau putih disimbolkan dengan kesucian, dengan kebenaran, dengan ketaatan pada nilai-nilai kemudian berubah. Kalau warnanya juga berubah semula merah, kemudian secara nyata sudah berubah menjadi kuning. Maka, ya partai menghormati itu,” kata Hasto kepada wartawan di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Jumat (27/10).

BACA JUGA :  Anies Bertemu Gibran, PKB: Itu Adalah Dinamika Politik dan Hal yang Wajar

Hasto tak menjelaskan kapan Gibran pamit ke Puan dan tak menjelaskan maksud pamitan tersebut. “Dan apa yang disampaikan oleh Pak Komarudin, oleh Pak Rudy Solo itu betul. Maka ini sekarang Pak Rudy Solo kemarin sudah melaporkan pada Ibu Ketua Umum, karena Mas Gibran dulu diberikan KTA melalui DPC Solo dan kemudian Mas Gibran kan sudah pamit kepada Mbak Puan. Sudah pamit, kalau pamit itukan artinya, tahu kan?” papar Hasto. (ARH)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini