Politisi PDIP Sebut Ada Toxic Relationship di Lingkaran Jokowi, Grace: Jokowi Punya Integritas Tinggi

0
86
Wakil Ketua Dewan Pembina PSI Grace Natalie menepis anggapan politisi PDIP Aria Bima tentang adanya toxic relationship di lingkaran Presiden Jokowi. Grace melihat justru Jokowi memiliki integritas tinggi. (foto: istimewa)

RADAR TANGSEL RATAS – PSI merespons politikus PDIP, Aria Bima, yang menyebut adanya hubungan tidak sehat (toxic relationship) di orang-orang sekitar Presiden Joko Widodo (Jokowi). Justru PSI yakin Jokowi memiliki integritas tinggi.

“PSI yakin Pak Jokowi punya integritas yang tinggi, jauh di atas politisi-politisi lainnya di Indonesia,” ungkap Wakil Ketua Dewan Pembina PSI, Grace Natalie kepada wartawan Selasa (31/10/2023).

Grace juga mengaku merasa sedih lantaran tuduhan tersebut ditujukan kepada Jokowi.
“Kami sedih sekali, sangat bersedih dengan semua tuduhan yang diarahkan kepada Pak Jokowi saat ini,” ujarnya.

Seperti diketahui, sebelumnya, politikus PDIP Aria Bima menyinggung soal toxic relationship atau hubungan yang tidak sehat antara orang-orang di sekitar Presiden Jokowi. Menurutnya, hubungan tidak sehat itu mempengaruhi putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming menjadi cawapres Prabowo Subianto.

“Apa itu toxic relationship? Keterpengaruhan orang di sekitar Pak Jokowi yang mana ada kecenderungan toxic relationship ini juga mulai masuk orang Orde Baru, misalnya ada Pak Prabowo yang menginginkan Mas Gibran untuk menjadi wakilnya,” kata Aria Bima di TPN Ganjar-Mahfud, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (30/10/2023).

BACA JUGA :  Diduga, Proses Rekrutmen Direksi dan Komisaris BSI Kental Muatan Politis juga Banyak Titipan, Massa Geruduk Kantor BUMN

Lebih lanjut, Aria Bima mengaku tak yakin Jokowi dan keluarganya ikut ‘cawe-cawe’ mengenai putusan batas usia capres-cawapres yang digugat sejumlah orang dan juga parpol ke Mahkamah Konstitusi (MK). Dia juga mengatakan MK merupakan fondasi demokrasi.

“Kemudian wacana publik yang dibangun dengan fungsi MK sebagai sandaran kita untuk berdemokrasi ngawasi orang-orang kayak saya ini kalau menggunakan berbagai kepentingan-kepentingan kekuasaan di DPR dengan menggunakan jalan hukum,” ujarnya.

“Seolah-olah Pak Jokowi menggunakan instrumen keinginan untuk sekadar mengegolkan Mas Gibran selaku putranya untuk menjadi seorang calon presiden dengan otak-atik mengintervensi ‘kewenangan-kewenangan’ di MK yang kebetulan adalah Om-nya Mas Gibran. Apakah semacam ini Pak Jokowi? Tadi saya katakan enggak,” papar Aria Bima.

Selain itu, Aria Bima curiga bahwa gugatan batas usia capres-cawapres hingga Gibran menjadi cawapres Prabowo ada kaitannya demgan toxic relationship. Dia menyebut toxic relationship itu ada pengaruh dari pola lama.

“Setahu saya Pak Jokowi, mohon maaf ini aku politisi, ya, saya dorong-dorong sedikit untuk menggunakan kewenangan pada 2019, enggak dia pake. Kok sekarang ada kencenderungan persepsi publik lewat media sosial, mainstream, lewat temen-temen semua, ada kecendrungan aparat negara ini ikut bermain di dalam proses elektoral atau proses berdemokrasi. Apa ini akibat toxic relationship karena ada keterpengaruhan pola-pola lama,” ucapnya.

BACA JUGA :  Heboh Kabar Pencucian Uang Rp 4,4 Triliun Libatkan Artis Perempuan Inisial P, Kira-Kira Siapa?

“Saya melihat Pak Jokowi bukan tipe seperti itu, mungkin karena keterpengaruhan orang di sekitarnya atau pengaruh di lingkarannya ini yang saya sebut Pak Jokowi kena pengaruh toxic relationship,” ujarnya.

Di sisi lain, Aria Bima mengaku awalnya sangat membanggakan Gibran. Dia sempat meyakini Gibran akan mengemban jabatan sesuai dengan kematangan dan kedewasaan pengalaman yang diperoleh.

“Tiba-tiba mau jadi wapres terus diolok-olok, saya enggak rela sebenarnya kenapa sampai hal demikian hanya gara-gara ada seseorang kandidat calon presiden yang menginginkan dia seorang wakil, ini yang saya sebut toxic relationship,” tutur Aria Bima. (ARH)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini