Edan! Bareskrim Polri Temukan Aliran Dana Rp 1,1 Triliun pada Kasus TPPU Panji Gumilang

0
99
Hingga saat ini total transaksi dana yang masuk dan keluar dari rekening Pimpinan Pondok Pesantren, Al Zaytun Panji Gumilang mencapai Rp 1,1 triliun. (foto: istimewa)

RADAR TANGSEL RATAS – Bareskrim Polri menemukan adanya aliran dana sebesar Rp 1,1 triliun dalam kasus pencucian uang Pondok Pesantren Al-Zaytun yang dilakukan oleh Panji Gumilang. Aliran dana tersebut ditemukan oleh tim Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

“Kalau kita lihat in/out-nya dari transaksi TPPU (tindak pidana pencucian uang), kurang lebih total kerugian yang ditimbulkan APG di TPPU kurang lebih sekitar Rp 1,1 triliun,” tutur Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigjen Whisnu Hermawan, kepada wartawan, Kamis (2/11/2023).

Menurut Whisnu, penyidik masih mendalami total kerugian akibat kasus tersebut. Disebutkan juga bahwa Panji Gumilang menggunakan dana yayasan untuk kepentingan pribadinya.

“Tapi penyidik masih mendalami terkait dengan berapa secara ril kerugian yang ditimbulkan akibat adanya dugaan tindak pidana asal, yaitu TPA-nya yaitu tindak pidana yayasan dan penggelapan dari perkara tersebut,” papar Whisnu.

Seperti diberitakan sebelumnya, Whisnu mengatakan Bareskrim Polri mengungkap salah satu cara tersangka pencucian uang Pondok Pesantren Al-Zaytun, Panji Gumilang, dalam menjalankan aksinya. Panji Gumilang diketahui menggunakan sejumlah nama samaran.

BACA JUGA :  Berdasarkan Hasil Gelar Perkara, Akhirnya Bareskrim Tetapkan Panji Gumilang Sebagai Tersangka

“Setelah kita telusuri aset dan transaksi yang ada, rupanya APG mempunyai nama lain yaitu Abdurrahman Rasyid Panji Gumilang, ada juga Abu Totok, ada juga Abu Ma’arif, ada juga Syamsu Alam,” ujar Whisnu.

Penyidik, kata Whisnu, menemukan ribuan transaksi dari rekening di nama-nama tersebut. Sejumlah rekening yang ditemukan oleh penyidik juga telah diblokir.

“Jadi kelima nama tersebut kita cek rekeningnya, cek transaksinya, dan ada ribuan transaksi. Jadi kita telah kita lakukan pemblokiran terhadap beberapa rekening ada 154 rekening, dan dari analisa penyidik sampai saat ini hanya ada 14 rekening yang ada isinya berjumlah kurang lebih Rp 200 miliaran,” ujarnya.

Lebih lanjut, Whisnu menjelaskan bahwa
Nama-nama tersebut ada dalam KTP. Penyidik juga akan mendalami terkait nama-nama yang digunakan Panji Gumilang dalam melakukan pencucian uang. “Iya nanti ada pendalaman, beda perkaranya tapi kita akan pendalaman lagi,” tuturnya. (ARH)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini