Enam Jam Lebih Diperiksa KPK, Ahok Dicecar Soal Kontrak LNG Pertamina

0
16
Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menjalani pemeriksaan selama 6 jam lebih di gedung KPK pada Selasa sore (7/11/2023). Ia diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan korupsi pengadaan Liquefied Natural Gas (LNG) tahun anggaran 2011-2021. (foto: istimewa)

RADAR TANGSEL RATAS – Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok pada sore tadi, Selasa (7/11/2023), menjalani pemeriksaan di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta. Ia diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan korupsi pengadaan Liquefied Natural Gas (LNG) tahun anggaran 2011-2021.

Kepada wartawan, Ahok menjelaskan bahwa dirinya menjadi saksi untuk melengkapi berkas perkara tersangka Direktur Utama PT Pertamina (Persero) periode 2009-2014 Galaila Karen Kardinah alias Karen Agustiawan. Ahok juga mengaku diperiksa kurang lebih selama enam jam sejak pukul 09.00 WIB pagi.

“Pemeriksaan tanya kepada penyidik. Ini urusan jadi saksi buat masalah Ibu Karen,” ungkap Ahok (7/11/2023). Meski demikian, ia enggan menyampaikan soal materi pemeriksaan penyidik KPK. “Enggak bisa dibuka. Nanti di pengadilan bisa,” ujarnya.

Ahok menjelaskan, detail kasus rasuah ini akan dibuka secara terang di persidangan. Selain itu, Ahok juga menyebut kontrak kerja sama dalam pengadaan LNG antara PT Pertamina dengan perusahaan Corpus Christi Liquefaction (CCL) LLC Amerika Serikat masih panjang.

BACA JUGA :  Terbukti Korupsi dalam Kasus Asabri, Benny Tjokro Dihukum Bayar Uang Pengganti Rp 5,7 Triliun 

“Kontraknya panjang. Makanya ini jadi bahan di sinilah, kamu tanya sama mereka. Tetapi ini kontraknya panjang banget ini,” ungkap Ahok.

Lebih lanjut, Ahok mengaku sudah memberikan arahan kepada jajaran direksi PT Pertamina untuk melakukan serangkaian tindakan sebagai upaya mengurangi dampak kerugian terkait pengadaan LNG ini.

“Harus mitigasi risiko, kami tentu dagang, kan. Modal sedikit untung gede, dong. Jangan rugi, dong. Itu sudah ada guidance-nya. AD-ART Pertamina juga sudah kami revisi,” paparnya.

Sebelumnya, KPK menetapkan Karen Agustiawan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan LNG di PT Pertamina tahun 2011-2021 pada Selasa, (19/9/2023). Karen langsung ditahan penyidik di Rutan KPK.

Berdasarkan perhitungan awal KPK, kasus pengadaan LNG ini disinyalir merugikan keuangan negara sejumlah sekitar USD140 juta atau sekitar Rp 2,1 triliun.

KPK bersama tim dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) beberapa waktu lalu terbang ke Amerika Serikat (AS) untuk mencari bukti terkait kasus dugaan korupsi pengadaan LNG tersebut. Langkah tersebut dilatarbelakangi dengan kerja sama pengadaan LNG yang melibatkan perusahaan di AS,yaitu Corpus Christi Liquefaction (CCL) LLC. (ARH)

BACA JUGA :  Sah, Anies Baswedan Nikahkan Putrinya Mutiara Annisa Baswedan dengan Ali Saleh Alhuraiby

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini