Tahun 2024 Nanti Indonesia Bakal Impor Beras Sebanyak Dua Juta Ton, Buwas: Tapi Itu Belum Pasti

0
94
Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso atau Buwas menyatakan bahwa penambahan impor beras sebanyak 2 juta ton di tahun 2024 sejalan dengan perpanjangan program bantuan pangan berupa beras yang dilakukan pemerintah hingga Juni 2024 mendatang. (foto: istimewa)

RADAR TANGSEL RATAS – Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso atau akrab disapa Buwas mengungkapkan bahwa pemerintah telah memberikan penugasan baru kepada Perum Bulog untuk melakukan importasi beras sebanyak 2 juta ton di Tahun 2024. “Sudah ditugaskan 2 juta ton untuk 2024,” ungkap Buwas kepada wartawan di Kompleks DPR RI, Rabu (8/11/2023).

Menurut Buwas, penambahan impor beras 2 juta ton di tahun 2024 sejalan dengan perpanjangan program bantuan pangan berupa beras yang dilakukan pemerintah hingga Juni 2024 mendatang.

Buwas melihat faktor mundurnya musim tanam dan panen raya juga menjadi alasan pemerintah mengalokasikan penugasan impor beras 2 juta ton di Tahun 2024.

“Ada bantuan pangan lagi Pak Presiden yang sampai Juni (2024) itu. Artinya kan ada 640 ribu ton lagi, plus operasi pasar 3 bulan bisa 300 ribu, karena belum panen. Jadi, ya.. lebih dari 900 ribu kan. Nah kalau tanpa suplai kita minus,” tutur Buwas.

Kuota 2 juta ton beras impor di tahun 2024 itu, kata Buwas, barulah berupa penugasan sehingga tidak serta merta harus dilakukan. Dia berharap ada pasokan dari produksi dalam negeri, sehingga kuota importasi 2 juta ton tidak perlu dilakukan seluruhnya.

BACA JUGA :  Dapati Harga Beras Mahal di 79 Daerah, Jokowi Langsung Semprot Bulog

“Maka, Pak Presiden mengalokasikan impor kita. Mengalokasikan ya, bukan pasti. Mengalokasikan 2 juta untuk impor tahun depan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi mengaku sudah menyiapkan surat penugasan impor 2 juta ton di tahun 2024 kepada Perum Bulog.

Meski demikian, Arief masih belum menandatangani surat penugasan tersebut. “Disiapin tapi belum saya buat ke Bulog-nya. Belum ditandatangani,” tutur Arief. (ARH)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini