Aduh! Ekonomi Indonesia Hanya Tumbuh di Bawah Lima Persen, Sri Mulyani Ungkap Penyebabnya

0
32
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menjelaskan bahwa kecilnya angka pertumbuhan ekonomi saat ini disebabkan oleh konsumsi rumah tangga yang menurun. (foto: istimewa)

RADAR TANGSEL RATAS – Indonesia mencatatkan pertumbuhan ekonomi tumbuh di bawah 5% pada Kuartal III-2023. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menjelaskan bahwa kecilnya angka pertumbuhan itu disebabkan oleh konsumsi rumah tangga yang menurun.

Sri Mulyani melihat konsumsi yang dikeluarkan BPS relatif lebih rendah dibanding ekspektasi pemerintah. Meski demikian, ia menuturkan bahwa kepercayaan konsumen tetap tinggi pada kuartal III.

“Kita lihat consumer confidence tinggi tetapi translation-nya kepada consumption tidak setinggi yang kita harapkan,” ujar Sri dalam konferensi Pers di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Sabtu (11/10/2023).

Di samping itu, Sri Mulyani juga menyinggung konsumsi pemerintah yang tercatat negatif. Ia menjelaskan bahwa belanja pemerintah umumnya baru terealisasi pada kuartal IV. “Dari sisi konsumsi pemerintah yang tadi negatif, kita melihat kuartal III seasonally government consumption negatif,” ungkapnya.

“Saya kemarin sudah hitung dari postur sampai Desember, melihat alokasi belanja masih ada 3 bulan terakhir itu belanja yang ada di APBN itu masih Rp1.078 triliun,” ia menambahkan.

Lebih lanjut, Sri Mulyani menyatakan bahwa akibat dari lesunya ekonomi, pemerintah merilis sejumlah paket kebijakan, yakni bantuan sosial (bansos) El Nino, rumah murah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), hingga PPN ditanggung pemerintah.

BACA JUGA :  Fahri Hamzah Sebut Kondisi Koalisi Saat Ini Gaduh dan Mengganggu, PKS: Kini Memang Saatnya 'Kencan Politik'

Dengan paket-paket tersebut, Sri Mulyani berharap perekonomian pada kuartal IV bisa didorong. Sebab, tanpa paket kebijakan tersebut, RI bisa melemah hingga 4,81%.

“Dengan adanya paket ini yang bisa berjalan di kuartal III kita berharap bisa menambah 0,2% additional growth sehingga di kuartal IV pertumbuhan ekonomi bisa dijaga di 5,01%, sehingga pada full year 2023 kita harap perekonomian kita tetap akan terjaga di 5,04%,” paparnya.

Sementara itu, ekonom senior Anny Ratnawati mewanti-wanti pemerintah untuk mewaspadai penurunan daya beli masyarakat. Sebab, ia melihat ada tren pertumbuhan ekonomi yang justru semakin melambat pada kuartal IV. “Pola ini tentunya harus dibaca betul-betul dengan cermat,” kata Anny.

Menurut Anny, data pertumbuhan ekonomi pada 2022 mengonfirmasi adanya perlambatan pertumbuhan ekonomi setiap akhir tahun. Lebih lanjut, ia mencontohkan pada kuartal ke-II tahun 2022, pertumbuhan ekonomi secara tiga bulanan hanya mencapai 3,72%.

Angka pertumbuhan Produk Domestik Bruto kemudian melambat pada kuartal III menjadi 1,83% dan kembali menurun pada kuartal IV menjadi hanya 0,36%. “Itu melandainya luar biasa,” ujar Anny. (ARH)

BACA JUGA :  Salman Rushdie, Novelis Penghina Nabi, Ditikam 15 Kali, Organ Vitalnya Rusak Parah

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini