Ternyata Ini Alasan Arab Saudi Tolak Ajakan Iran untuk Mengembargo Minyak Bagi Israel

1
72
Menteri Investasi Arab Saudi, Khalid al-Falih, menjelaskan bahwa negaranya tidak memiliki rencana untuk menggunakan produksi minyak sebagai pengaruh dalam konflik Gaza, termasuk untuk mendorong gencatan senjata. Kata dia, Arab Saudi sedang berusaha menemukan perdamaian melalui perundingan. (foto: istimewa)

RADAR TANGSEL RATAS – Iran telah meminta negara-negara Arab penghasil minyak untuk melakukan embargo pengiriman bahan bakar kepada Israel. Hal itu menjadi tanggapan atas serangan pemerintah PM Benjamin Netanyahu ke Gaza, Palestina, yang terus terjadi sejak 7 Oktober 2023. Sayangnya, ajakan tersebut ditolak, salah satunya oleh Arab Saudi.

Seperti yang dilansir The News Arab, Kamis (15/11/2023), pemerintahan Raja Salman pernah menjelaskan alasan penolakan twrsebut pada 9 November 2023 sebelum negara-negara Islam yang tergabung dalam OKI bertemu. Menteri Investasi Arab Saudi, Khalid al-Falih, memberi penjelasan pada Forum Ekonomi Bloomberg di Singapura pekan lalu.

Menurut Khalid, negaranya tidak memiliki rencana untuk menggunakan produksi minyak sebagai pengaruh dalam konflik Gaza, termasuk untuk mendorong gencatan senjata. “Hal itu tidak dibahas saat ini. Arab Saudi sedang berusaha menemukan perdamaian melalui diskusi damai,” ungkapnya.

Sebagai informasi, embargo minyak pernah dilakukan Arab Saudi di tahun 1973. Kala itu, embargo dilakukan terhadap Amerika Serikat (AS) dan negara-negara lain atas dukungan mereka kepada Israel dalam perang melawan Mesir dan Suriah, yang membuat harga minyak melambung tinggi.

BACA JUGA :  Miris! Korban Makin Banyak Tapi Stok Obat di RS Gaza Mulai Habis, Banyak Pasien Dioperasi Tanpa Dibius

Di kesempatan lain, Khalid juga pernah membahas mengenai normalisasi Israel dan Arab Saudi. Menurutnya, pembukaan hubungan diplomatik dan perdangana itu masih dalam pertimbangan.

“Hal ini masih dibahas dan jelas kemunduran selama sebulan terakhir telah memperjelas mengapa Arab Saudi begitu bersikeras bahwa resolusi konflik Palestina harus menjadi bagian dari normalisasi yang lebih luas di Timur Tengah,” tutur Khalid waktu itu.

Dalam laporan yang sama, Putra Mahkota Saudi Mohammad bin Salman (MBS) meminta Washington memberikan jaminan keamanan dan akses terhadap teknologi nuklir sipil serta senjata canggih sebagai imbalan atas kesepakatan dengan Israel. Diplomat Arab Saudi juga mengatakan bahwa Israel harus menyetujui pembentukan negara Palestina sebagaimana dirinci dalam Inisiatif Perdamaian Saudi tahun 2002.

Mengutip Iran International, dalam pertemuan OKI pada akhir pekan lalu, Presiden Iran Ebrahim Raisi sempat mendesak negara-negara Arab dan Muslim untuk meluncurkan sanksi terhadap Israel. Ia juga memuji Hamas yang gigih melakukan peperangan melawan Israel. (ARH)

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini