Merasa Dirugikan oleh Disney dan Apple, Elon Musk Ancam Bakal Gunakan ‘Thermonuclear’

0
53
Disney, Apple, IBM, Lions Gate, Paramount Global, dan Warner Bros Discovery memutuskan menyetop atau menangguhkan sementara pemasangan iklan mereka di media sosial milik Elon Musk. Hal tersebut akan berdampak besar bagi bisnis layanan milik Elon Musk. (foto: istimewa)

RADAR TANGSEL RATAS – Baru-baru ini, pernyataan kontroversial Elon Musk kembali memberikan dampak buruk pada kerajaan bisnisnya, X Corp. Elon Musk merupakan pemilik X Corp sekaligus menjabat Chief Technology Officer (CTO).

Bahkan, beberapa brand seperti Apple dan Disney memutuskan menyetop atau menangguhkan sementara pemasangan iklan mereka di media sosial milik Elon Musk.
Hal tersebut akan berdampak besar bagi bisnis layanan milik Elon Musk.

Selain Disney dan Apple, brand lain yang juga menyetop iklan ke X adalah IBM, Lions Gate, Paramount Global, dan Warner Bros Discovery. Hal tersebut membuat Elon Musk naik darah, bahkan mengancam akan melayangkan gugatan nuklir yang ia sebut ‘thermonuclear’.

Secara harfiah, thermonuclear merupakan istilah senjata perang. Istilah sehari-harinya adalah ‘bom hidrogen’, yakni senjata yang memanfaatkan energi dari reaksi fisi nuklir utama.

Dikutip dari CNBC International, Sabtu (25/11/2023), kisruh ini bermula ketika para brand menilai Elon Musk kerap melontarkan komentar-komentar bernada anti-Yahudi melalui akun X personalnya. Tak hanya itu, X juga dianggap memberikan panggung bagi para netizen yang banyak berkoar-koar soal anti-Yahudi.

BACA JUGA :  Melihat Banyak Penyimpangan, PWNU Jabar Haramkan Orang Tua Didik Anak di Ponpes Al-Zaytun

“X Corp akan melayangkan gugatan hukum ‘thermonuclear’ melawan Media Matters dan semuah pihak yang melancarkan serangan ke perusahaan kami,” ungkap Elon Musk. Q”Direksi mereka, donatur mereka, dan jaringan uang gelap mereka, semuanya,” Musk menambahkan.

Juru bicara X Corp, Joe Benarroch, buka suara soal polemik ini dan menilai Media Matters salah kaprah dalam dinamika pengguna di media sosial.

“Media Matters membuat akun X khusus yang sengaja mengikuti akun-akun sensitif untuk mengkurasi post, sehingga iklan muncul pada akun-akun dengan opini sensitif. Lalu, Media Matters melaporkan misinformasi ini ke para pengiklan,” tutur Joe.

Beberapa saat lalu, Gedung Putih juga mengeluarkan pesan pedas ke Musk. Gedung Putih menyebut promosi anti-Yahudi yang kerap dilakukan Elin Musk melalui media sosial telah melawan nilai inti sebagai warga Amerika Serikat (AS). (ARH)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini